Asrinya Hutan Bambu di Lereng Gunung Semeru

oleh
Asrinya hutan bambu, magai masuk terowongan

LUMAJANG, PETISI.CO – Kota Kantong, sebutan yang unik Kabupaten Lumajang. Meski dijuluki Kota Kantong, ternyata  Kabupaten Lumajang banyak menyimpan potensi obyek wisata yang sangat menarik wisatawan lokal maupun asing. Salah satunya obyek wisata Hutan Bambu.

Secara geografis, Kabupaten Lumajang terletak antara 112o 50’- 113o 22’ Bujur Timur dan 7o 52’ – 8 o 23’ Lintang Selatan. Kabupaten Lumajang terdiri dari 21 (dua puluh satu) kecamatan, yaitu: Yosowilangun, Kunir, Tempeh, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, Rowokangkung, Tekung, Lumajang, Sumbersuko, Sukodono, Senduro, Pasrujambe, Padang, Gucialit, Jatiroto, Randuagung, Kedungjajang, Klakah dan Ranuyoso.

Adapun batas–batas administrasi Kabupaten Lumajang, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Jember-Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Kabupaten Lumajang  memiliki objek wisata yang sangat menarik dan beraneka ragam, salah satunya  obyek wisata alam Wisat Hutan Bambu.

Obyek wisata alam Hutan Bambu merupakan wisata alam yang menawarkan pemandangan alam serta rimbunnya ribuan pohon bambu yang tertata rapi dan pengunjung bisa menikmati segarnya udara serta suasana yang asri nan sejuk.

Asri dan nyaman.

Obyek Wisata Hutan Bambu yang lokasinya berada di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, memiliki luas 14 hektare ini merupakan satu-satunya wisata alam yang berada di Kabupaten Lumajang.

Untuk menuju wisata Hutan Bambu, berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Lumajang dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi, baik roda 2 maupun roda 4.
Hutan Bambu yang berada di Desa Sumbermujur menawarkan wisata alam yang menyuguhkan keelokan Hutan Bambu. Tidak ada kesan angker ketika wisatawan berjalan diantara ribuan hutan bambu yang berjajar rapi.

Menariknya, meski cuaca cukup panas, pengunjung tidak akan terkena sengatan matahari, kerana sinar panas matahari diredam oleh rimbunnya daun bambu.

Pengnujung akan terpana  ketika akan memasuki kawasan area hutan bambu. Memasukai kawasan itu, pengunjung sekan–akan menerobos terowongan yang cukup besar.
Selain itu, pengunjung akan disambut ratusan kera yang sudah jinak. Pengunjung juga bisa berintraksi langsung dengan kera dengan memberikan makanan. Selain ratusan kera, pengunjung juga bisa melihat langsung ribuan ekor kalong yang bergelantongan di ranting pohon bambu.

Hutan Bambu merupakan wisata alam yang mempunyai daya tarik tersendiri, suasan hutan bambu yang masih alami, sangat tepat bagi wiasatawan yang menginginkan suasana lingkungan yang alami, tanpa adanya polusi udara.

Yang menarik, untuk memasuki obyek Wisata Hutan Bambu  pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Namun untuk biaya konservasi hutan bambu ini, pihak Desa Sumbermujur hanya menarik iuran dari pedagang yang berjualan di sekitar obyek wisata tersebut.(ulum subekti)