Petisi
Tony Ho (dua dari kiri) sukses membawa anak didiknya meraih dua emas di porprov Jatim 2019
OLAHRAGA

Atlet Porprov Surabaya Belum Terima Bonus, Ada Apa?

SURABAYA, PETISI.CO – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 berakhir tiga bulan lalu. Namun, seiring berakhirnya even yang digelar di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban, 6-13 Juli itu, para duta olahraga Surabaya yang berhasil meraih medali hingga kini belum menerima bonus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Tak pelak, belum cairnya bonus medali emas, perak dan perunggu menjadi rasan-rasan di kalangan atlet dan pelatih. Pasalnya, pihak Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Kota Surabaya pernah menyampaikan akan mencairkan bonus sekitar Rp 2,55 miliar bagi atlet peraih medali Porprov VI tersebut paling lambat 20 Agustus 2011.

“Banyak yang tanya, termasuk atlet saya kapan bonus porprov dicairkan. Saya sendiri kurang tahu. Pertanyannya ada apa bonus itu tidak segera dicairkan oleh pemkot Surabaya,” kata pelatih biliar Surabaya, Tony Ho ketika ditemui petisi.co di KONI Jatim, Jumat (11/10/2019).

Hoslih (kiri) foto bersama Humas KONI Jatim, Lutfil Hakim.

Mantan pebiliar nasional itu mengaku sudah menanyakan tak kunjung cairnya bonus porprov ke KONI Surabaya. Padahal, setahunya prosedur pencairan bonus sudah dipenuhi oleh KONI Surabaya. Salah satunya, surat pengajuan reward kepada Wali Kota Surabaya.

Persayaratan lainnya, adalah SK penetapan perolehan medali porprov dari KONI Jatim juga sudah dibuatkan oleh KONI Jatim.

“SK KONI Jatim juga sudah ada. Harusnya sudah bisa cair. Tapi, sampai sekarang kok gak cair-cair. Kami diminta KONI Surabaya untuk bersabar dulu,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah mengaku bonus peraih medali porprov belum cair. Kendalanya, proses pencairan butuh waktu cukup lama. Misalnya, SK penetapan perolehan medali porprov dari KONI Jatim baru keluar dalam satu bulan.

“Belum lagi surat dari ketua pengcab masing-masing cabor yang atletnya mendapat medali. Perlu kecocokan dengan SK KONI Jatim. Kalau tidak cocok, harus diperbaiki lagi. Kalau sudah cocok, KONI Surabaya baru membuat SK pencairan reward ke Dispora Surabaya. Jadi, harus hati-hati betul, karena ini dana besar, miliaran rupiah,” paparnya.

Setelah proses pencairan reward tuntas, Hoslih berharap bonus tersebut segera dicairkan. Sebab, anggaran reward peraih medali porprov sudah ada.

“Anggarannya sudah disiapkan. Nantinya, bonus itu langsung ditransfer ke rekening atlet. Tidak melalui pengcab cabor,” tandas pria yang akrab dipanggil Cak Dul ini.

Sabtu (12/10) , Dispora Surabaya rencanya akan mengundang KONI Surabaya dan pengcab cabor-cabor dalam rapat koordinasi (rakor) terkait pencairan reward peraih medali porprov. Dari rakor ini, akan ada titik terang kapan bonus itu cair.

“Kalau ada pelatih yang nanya bonus, mungkin belum tahu kalau besok ada rakor dengan Dispora,” cetusnya.

Seperti diketahui, Kota Surabaya tampil sebagai juara umum dalam porprov VI 2019. Surabaya yang mengikuti 40 cabang olahraga (cabor) meraih 113 medali emas 89 perak dan 78 perunggu. Peraih medali emas menerima bonus Rp 30 juta, perak Rp 15 juta, perunggu Rp 7,5 juta. (bm)

terkait

Bupati Bersama Masyarakat Jombang Rutin Ikuti Senam Zumba

redaksi

PETISI.CO Kalahkan TVRI dan Jawa Pos

redaksi

Siluncuar Palopah Onau dari Kuansing Raih Peringkat 8

redaksi