Banyak Stokpile Tidak Kantongi Ijin

oleh
LSM KAPAK saat audensi dengan Pemkab Lumajang

LSM KAPAK Audensi Dengan Pemkab Lumajang

LUMAJANG, PETISI.COPemerintah Kabupaten Lumajang akan menindaklanjuti segala temuan dan informasi yang disampaikan oleh Komite Aksi Penegakan Keadilan (KAPAK) Pertambangan. Hal itu disampaikan oleh Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., saat audiensi dengan LSM KAPAK di Ruang Kerja Plt. Bupati Lumajang, Rabu Siang (11/04).

Ada beberapa poin yang disampaikan KAPAK pada audiensi tersebut, terkait dengan adanya pertambangan yang beroperasi di atas cekdam atau tanggung penghambat. Karena, hal tersebut sudah melanggar peraturan yang ada, serta ditemukannya beberapa stockpile yang tidak mengantongi ijin.

Menyikapi hal tersebut, Plt. Bupati yang didampingi Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Susiyanto, SH. Kepala Sub Bagian Fasilitas Energi Sumberdaya Alam Bagian Administrasi Energi Sumber Daya Alam dan Perekonomian, Bonni Momenta, ST. serta Sekretaris Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, Hari Susiati, SH terkait dengan temuan LSM KAPAK, pihaknya akan segera melakukan peninjauan lokasi pertambangan yang diduga menyalahi aturan. Ia menjelaskan pihaknya belum bisa mengambil keputusan. “Tanpa meninjau dan melihat secara langsung kondisi yang ada di lapangan, kita tidak bisa bertindak,” kata Hari Susiati Kamis (12/04).

Hal senada juga dijelaskan Bonni Momenta, Bagian Administrasi Energi Sumber Daya Alam dan Perekonomian. Pihaknya  akan segera melakukan peninjuan ke lokasi bersama Satpol PP, BPRD, serta pihak terkait untuk melakukan pemantauan yang kemudian akan dilakukan penindakan jika ternyata temuan tersebut benar, sebagaimana yang dilaporkan. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menertibkan para pengusaha dan penambang yang menyalahi ketentuan peraturan yang berlaku.

Ketua KAPAK, Miskadin, berharap Pemerintah Kabupaten Lumajang segera melakukan tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini. (ulum)