Baru Direhab, Pondasi Keropos, Jembatan Galih Ponorogo Terancam Ambrol

oleh
Jembatan Galih Ponorogo Terancam Ambrol

PONOROGO, PETISI.CO – Jembatan Galih yang ambrol setahun lalu, pada akhir Desember 2017 selesai dibangun kembali  menggunakan anggaran APBD 2017.

Sayangnya, karena diduga pondasi dari pekerjaan bagian landasan jembatan kedalamannya kurang, sejak sepekan ini air sudah menerobos lewat bawah pasangan landasan.

Dengan kerusakan di bawah landasan Jembatan Galih Desa Munggu Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo tersebut, warga dari Lingkungan Galih dan Gunung Cilik cemas, dikawatirkan jembatan yang berada di Jalan Poros Desa Munggu tersebut akan ambrol lagi.

Seperti dikatakan Katino, warga Lingkungan Galih kepada petisi.co kalau kondisinya jembatan sudah mengakawatirkan.

“Kalau air sudah nerobos bawah landasan ini, ya tidak lama umur jembatan ini nanti mas,” katanya dengan polos.

Sementara, Ketua BPD Desa Munggu, Sudarsono (35) ketika dikonfirmasi, pihaknya cemas dan trauma dengan kerusakan jembatan penghubung antar dukuh dan antar desa tersebut.

Pasalnya, jembatan Galih ini menurutnya banyak sejarah bagi ratusan warga yang ada di seberang Sungai Munggu.

“Kami selaku wakil masyarakat, dengan rusaknya landasan jembatan yang baru akhir Tahun 2017 selesai pekerjaan rehabnya ambrol setahun lalu itu karena warga harus membuat jembatan darurat agar bisa lewat, dan awal pembangunan jembatan ini dulu swadaya seadanya, agar akses terbuka, kemudian dibangun bagus oleh pemerintah dan kemudian ambrol dan dibangun lagi kemarin, sekarang pondasinya keropos lagi,” terangnya.

Masih menurut Sudarsono, untuk menjaga agar jembatan Galih tidak cepat ambrol lagi, pihaknya menawarkan kemudahan kepada pihak rekanan akan membantu swadaya bronjong. Pihak rekanan diminta siapkan kawat bronjong saja.

“Ini saya tawarkan kepada rekanan yang kemarin sebagai pelaksana pekerjaan rehab jembatan, mengingat jembatan ini masih dalam tahap P1, maka perawatan dan perbaikan masih dipihak rekanan, untuk atasi keroposnya pondasi ini, pihak rekanan ke sini bawa kawat brojong, biar tenaga dan isian bronjong warga siap swadaya itu saja, kalau tidak segera ditangani akan digerus air dan yang jelas ambrol tidak lama lagi,” tegas Ketua BPD.

“Dugaan kami, kerusakan yang sebabkan keroposnya pondasi landasan jembatan sehingga air menerobos bawah landasan itu karena kurangnya kedalaman pondasi, karena hanya manual penggaliannya dan juga saat musim banjir pelaksanaannya rehab ini,” pungkas Sudarsono.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto ketika dikonfirmasi wartawan via selulernya akan segera melakukan kroscek lokasi.

Nggih mas, kersane dicek staff dulu,” ujarnya.(mal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.