Petisi
Kondisi bayi setelah mendapat perawatan
HUKUM

Bayi Cantik Ini Semalam di Kamar Mandi SPBU

Ditinggal Bersama Surat Wasiat

MOJOKERTO, PETISI.CO – Aini Nur Azizah, inilah nama bayi malang yang ditemukan warga di sebuah kamar mandi SPBU Desa Bandung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/11/2017).

Bayi berukuran 50 sentimeter ini ditemukan warga secara tidak sengaja saat akan buang air kecil ke kamar mandi. Merasa curiga dengan bungkusan kardus, warga yang tidak mau menyebutkan namanya ini kemudian mencoba melihat isinya. Sontak warga ini langsung kaget, ternyata isi kardus adalah bayi yang masih dalam keadaan hidup. Selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke petugas Satpam SPBU dan diteruskan ke Polsek Dlanggu.

Kapolsek Dlanggu, AKP Hery ketika dikonfirmasi mengatakan, jika peristiwa tersebut berawal ketika anggota yang bertugas jaga malam sekitar pukul 01.00 didatangi oleh warga yang membawa bungkusan dari kardus yang isinya bayi.

Dari keterangan warga, lanjut Kapolsek, bayi tersebut ditemukan di kamar mandi SPBU Desa Bandung. Diperkirakan umur bayi tidak kurang dari tiga hari, ini setelah petugas mengetahui tali pusar belum terlepas dari perut si bayi.

Ditanya apakah bayi tersebut adalah hasil dari hubungan gelap? Kapolsek belum bisa memastikan, yang jelas dari hasil penyelidikan dan temuan di dalam kardus tempat si bayi ini ditemukan, selain susu, petugas juga menemukan surat dari orang tua bayi.

“Isi surat menerangkan kepada yang menemukan bayi tersebut untuk merawatnya, orang tua si bayi mengaku sudah tidak bisa merawatnya karena kesulitan biaya, selain itu masih dalam isi surat tersebut, terdapat pesanan nama untuk si bayi yakni Aini Nur Azizah,” ungkapnya.

Oleh petugas, bayi cantik ini kemudian dibawa ke rumah sakit Mojosari untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, pihak rumah sakit RSUD Dr. Soekandar Mojosari tempat dimana bayi ini sekarang dirawat, diwakili oleh Kepala Profesi Mutu Medik Dr. Anggono Ratma, Sp.A menjelaskan bahwa kondisi terakhir bayi dalam keadaan stabil.

“Kondisinya stabil hanya saja sekarang masih membutuhan perawatan khusus karena ada kondisi tertentu yang harus kita antisipatip, dugaan sementara bisa disebabkan kedinginan dan kotaminasi kuman sewaktu ditinggalkan di lokasi (sebelum ditemukan),kalau usia bayi, kata Anggono, diperkirakan belum sampai tiga hari, berjenis kelamin perempuan dengan berat 28 kilogram dan panjang 50 sentimeter,” jelasnya.

Pihak rumah sakit hanya bisa berharap kepada orang tua bayi untuk segera sadar dan mengambil kembali bayi yang telah ditinggalkan. Jika tidak mampu merawat masih banyak jalan yang baik seperti mengambil orang tua asuh. (sof)

terkait

Imigrasi Blitar Deportasi Dua WNA Pantai Gading

redaksi

Polda Bali Diminta Waspadai Aksi Teror

redaksi

Kejari Bondowoso Tetapkan Kepala dan Bendahara Puskesmas Botolinggo sebagai Tersangka

redaksi