Bedah Buku, Amanah Bupati Magetan Dalam Sastra Jawa

oleh -173 Dilihat
oleh
Bupati Magetan, Suprawoto dengan bukunya

MAGETAN, PETISI.CO – Pada gelaran rutin Mbulan Dadari Episode 9 yang diinisiasi oleh Dinas Arpus Kabupaten Magetan, berlangsung bedah buku Bupati bertajuk “Antuk Amanah Bupati Magetan” bersama tokoh tiga nara sumber pegiat literasi budaya daerah. Di antaranya Narko Sodrun Budiman, Sutejo dan Tulus Setiadji di Pendopo Surya Graha, Sabtu malam (21/1/2022).

Di sela kesibukannya, Bupati Magetan, Suprawoto sampaikan telah menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk menulis buah karya yang menjadi kegemaranya yang dikemas dalam jilid buku yang akan dibagikan di sekolah-sekolah nantinya.

Menurut Bupati, para pemimpin bangsa terdahulu seperti Bung Karno, Bung Hatta, juga Bung Yamin dan yang lainya membiasakan diri untuk menulis sebuah pikiran yang menjadi gagasanya dan semuanya ditulis.

“Dan kebiasaan intelektual itu terus dilakukan oleh para pemimpin terdahulu, yang karyanya masih bisa kita baca dan pelajari hingga saat ini dan itu sangat luar biasa,” ungkap Bupati Suprawoto.

Demikian juga dengan sejarah perjalanan menjadi dan menjabat sebagai Bupati Magetan, Suprawoto menyebut telah menulis sejarahnya dengan apa adanya tetapi juga ada yang dirahasiakan hal ini harus kita biasakan.

“Tulisan dalam karya buku tersebut seperti dalam hal, yang menjadi alasan mau menjadi Bupati, kebijakan yang harus diambil juga kenapa mengambil kebijakan seperti itu, semuanya terlukis dalam karyanya,” jelas Bupati Magetan.

Karya dalam penulisan bahasa Jawa tersebut karena mengingat kita ini adalah orang Jawa, jadi kita harus membiasakan diri memakai bahasa Jawa yang harus kita turunkan ke generasi anak-anak kita, jangan sampai kita kehilangan identitas diri kita.

Atas penulisan buah karya dalam bahasa Jawa tersebut Bupati Suprawoto katakan, telah mendapatkan anugerah penghargaan rekor MURI dua kali secara pribadi, auto biografi pertama dalam bahasa Jawa dan Bupati yang menulis dua bahasa terlama di media massa.

“Kta harus menulis yang agak unik yang orang lain tidak lakukan, maka dari itu pada karya tulis buku khusus yang berjudul dalane uripku, yang baru di terbitkan akan di bagikan di sekolah-sekolah dalam muatan bahasa lokal jawa, agar generasi kita tidak kehilangan identitasnya yakni Jawa,” tutupnya.

Pada pelaksanaan tersebut Bupati Magetan, Suprawoto juga menyerahkan penghargaan kepada Suripto, sang pencipta lagu Magetan Kumandang. (pgh)

No More Posts Available.

No more pages to load.