Bencana Tanah Retak Kembali Terjang Permukiman Warga Senepo Ponorogo

oleh
Kondisi rumah Mali warga RT 04 RW 01 Dusun Kowang Desa Senepo yang retak.

PONOROGO, PETISI.CO – Setelah satu bulan lalu (awal Perbruari 2018) Dusun Kowang Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo terjadi bencana tanah retak dan menyebabkan 6 KK (Kepala Keluarga) harus mengungsi di tenda pengungsian di halaman masjid di wilayah RT 2 RW 1 Dusun Kowang,  kini kembali terjadi bencana tanah retak di Dusun Kowang Desa yang sama, namun kejadiannya di wilayah RT 04 RW 01.

Dari kejadian bencana tanah retak yang terjadi di RT 04 RW 01 Dusun Kowang, Desa Senepo Kecamatan Slahung itu membuat warga cemas dan kawatir akan keselamatan jiwanya.

Pasalnya, keretakan yang menerjang sebanyak 15 rumah dengan isi 19 KK serta dihuni oleh 52 jiwa. Namun dari ke 15 rumah tersebut sebanyak 6 rumah yang kondisinya sudah parah dan setiap turun hujan keretakan semakin bertambah atau tanah bergerak.

Munculnya bencana tanah gerak atau keretakan di permukiman warga tersebut berawal ketika pada Jumat (09/3/2018) sekitar pukul 16.00 s/d Pukul 20.00 Wib wilayah Desa Senepo Kecamatan Slahung diguyur hujan deras, sehingga mengakibatkan tanah retakan di Rt 04/ 01 Dukuh Kowang tersebut semakin bertambah lebar, retakan tanah antara 5 cm-80 cm.

Dari kejadian hujan deras itu retakan tanah tersebut terdampak ke rumah warga sebanyak 6 KK (26 jiwa) rata-rata lantai dan dinding mengalami retak dengan lebar antara 5 cm-15 cm.

Karena warga kawatir, apabila hujan warga yang terdampak retakkan, diungsikan di tenda yang sudah disiapkan.

Kepala Desa Senepo, Lasmono

Mali (53) mengaku tidak berani tinggal di rumahnya karena rumahnya lantainya sudah menganga lebar retaknya dan memanjang di tengah lantai.

“Saya takut, la wong sudah selebar ini, batu bata miring aja bisa masuk ke dalam tanah mas,” jujurnya.

Dari kejadian ini, pemerintah desa bersama Babinsa Slahung melakukan pendataan warga terdampak bencana tanah gerak.

Data yang berhasil dihimpun petisi.co dari keterangan Kepala Desa Senepo, Lasmono, beberapa nama Kepala Keluarga yang rumahnya terkena dampak tanah retak atau tanah gerak dan terpaksa harus diungsikan ke tenda pengungsian antara lain:

1.Lasmi (63), 2. Langkir (54), 3. Jarno ( 70 ), 4. Sutrisno ( 48 ), 5. Edy s. (42), 6. Misman (28), 7.Boimin (63), 8.Suyuti (52), 9. Misran (76), 10. Kademin (49), 11. Misran (38), 12. Hariono ( 49), 13. Suyadi (45), 14. Baru (56), 15. Giono (59), 16. Gito (71), 17. Sali (52), 18. Sunaji (57), 19. Mali (53).

“Setelah ada warga kami melapor kami langsung laporkan ke Muspika serta ke BPBD dan pada hari itu juga kami bersama BPD dan Babinsa Koramil Slahunh mendatangi lokasi di Dusun Kowang RT 04 RW 01 sekaligus kroscek dan pendataan untuk laporan tertulis kami,” ujar Kepala Desa Senepo, Lasmono.

Masih menurut Lasmono, pihaknya setelah melihat kondisi pemukiman warganya diterjang bencana tanah retak itu bersama perangkatnya dan BPD untuk segera mencarikan lokasi aman untuk barak pengungsian.

“Menyiapkan tempat evakuasi longsoran dan menghimbau ke pada warga untuk lebih waspada dan melaporkan apa bila ada perkmbangan sewaktu-waktu ke perangkat atau desa, agar kami bisa segera koordinasi dengan intansi terkait atau ke BPBD Kab. Ponorogo,” imbuh Lasmono.

Lasmono juga menjelaskan kalau saat ini dari PMI sudah mendirikan tenda di halaman masjid terdekat. “Bantuan sudah ada, seperti sekarang sudah ada tenda pengungsian serta bahan makan sudah ada, dan sementara untuk korban yang juga tanah retak sebulan lalu itu sudah pindah ke lokasi baru, tidak di tenda lagi,” ujarnya.(mal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.