Berangsur Surut, Bengawan Solo Masih Status Siaga Dua

oleh
genangan air ,masih setinggi lutut warga.

BOJONEGORO, PETISI.CO -Tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro sempat hampir mencapai siaga tiga atau siaga merah. Namun, secara perlahan, kondisi Tinggi Mata Air (TMA) berangsur surut. Ketinggian air di papan duga yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) Desa Ledok Wetan menunjukkan, 14.82 Piel Schall. Sebelumnya Tinggi Mata Air mencapai 14.90 Piel Schall. Situasi Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro masih pada posisi siaga II atau Siaga kuning.

Posisi Sungai Bengawan Solo pada level siaga II sejumlah pemukiman masih ada yang terendam banjir. Seperti halnya yang terlihat di Jalan Kapten Martono, gang Matekram, Desa Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro. Setiap lorong genangan air banjir masih menggeluti pemukiman warga. Di Desa tersebut, ada 4 RT yang tergenang, yakni RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 07. Ketinggian air yang menggenangi pemukiman warga berkisar 65 centi meter. Akan tetapi ketika kondisi Sungai Bengawan Solo berangsur surut, ketinggian air berkisar 60 centi meter.

“Alhamdulillah kondisi air bengawan solo surut sedikit, kemarin sempat nayris masuk level siaga tiga tapi sekarang berangsur-angsur surut. Semoga cepet surut lagi airnya dan tidak hujan,” kata Prapto, salah satu warga, Minggu (27/11/2016).

Meski kondisi Sungai Bengawan Solo berangsur surut, namun beberapa korban banjir masih mengungsi di tempat penampungan yang ada di gedung serba guna. Sebagian warga lainnya tetap memilih untuk tinggal dirumahnya masing-masing karena merasa tidak nyaman berada di lokasi pengungsian.

“saya memilih tetap tinggal dirumah saja karena ngungsi rasanya tidak nayamn,” ujar Prapto. (gal)