Bertani Bawang Merah Cukup Menjajikan  

oleh
Petani bawang merah Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kini sebuah hasil pertanian bawang merah dirasa cukup menjajikan bagi warga petani bawang merah di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan. Selain proses dari awal penanaman tidak terlalu rumit, usia panennya hanya dua bulan sehingga proses peningkatan kesejahteraan petani bawang tidak terlalu memakan waktu yang lama.

Penelusuran petisi.co di Desa Kabuaran, selain meningkatkan kesejahteraan petani bawang Desa Kabuaran juga bisa menyerap tenaga kerja bagi ibu warga setempat dengan bekerja memproses bawang merah yang dipanen dengan upah Rp. 700,- (Tujuh Ratus Rupiah)/Kg  sedang untuk bawang merah kecilnya mereka menerima upah Rp. 1000,- (Seribu Rupiah)/Kg.

Kepala Desa Kabuaran, Bambang menjelaskan, pertanian berupa bawang ini sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan untuk saat ini petani mampu menanam bawang merah sebanyak 100 H dalam setahun.

”Saya sendiri sebelum menjadi kepala desa sudah menggeluti sebagai petani bawang merah karena hasil yang didapat lumayan dan waktu panennya hanya dua bulan tanpa perlu dengan proses yang rumit,“ terang kades.

Lanjutmya, seperti beberapa waktu lalu, ada warga orang luar yang meminta bantuan kepadanya bagaimana cara memanam bawang dengan menanam bibit bawang sekitar 10 kwintal. Dan setelah panen uang yang didapat sebesar Rp. 25 Juta kemudian setelah dipotong biaya kesemuanya hasil bersih yang didapat Rp. 19 jutaan dalam waktu dua bulan.

“Jadi bisnis bawang merah ini cukup menjanjikan bahkan Kepala Desa Grujugan Lor kini juga mulai menanam bawang merah,“ jelas Bambang. (cip)