BNN Kabupaten Malang Rangkul Babinsa Perangi Narkoba

oleh

MALANG, PETISI.CO – Kita terkejut dengan berbagai peristiwa penangkapan peredaran narkoba di berbagai wilayah. Dari yang hanya seberat gram sampai pada berton-ton jumlah yang diamankan oleh para aparat keamanan negara.

Masifnya peredaran narkoba ke wilayah Indonesia, serupa tantangan perang dari para bandar besar sampai pada pengedar di jalanan. Terhadap genderang perang yang terbilang lama ditabuh oleh pemerintah dalam memerangi narkoba dan jenisnya. Perang tersebut, telah memposisikan barang laknat ini sebagai musuh besar negara dan masyarakat Indonesia.

Perang narkoba ini pula yang terus digelorakan di Kabupaten Malang. Seperti yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang yang kini merangkul lebih mesra keberadaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

“Peran Babinsa sangat penting di tingkat desa yang telah dijadikan ruang peredaran narkoba saat ini. Karenanya itu kita kuatkan kembali sinergi BNN dengan TNI AD dalam memerangi narkoba,” kata Letkol Laut CPM Agus Musrichin Kepala BNN Kabupaten Malang, Jumat (02/03).

Babinsa menjadi ujung tombak utama di setiap desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki potensi untuk disusupi barang-barang haram. Keberadaan Babinsa menjadi benteng pertahanan dalam menjaga bombardir narkoba.

Agus bahkan menyampaikan, Babinsa merupakan mata dan telinga aparat keamanan. “Keberadaan dan tugas mereka yang diharapkan berperan signifikan dalam mencegah masuknya narkoba di 378 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Malang,” ujarnya.

Selain wilayah perdesaan, Agus juga mengatakan, pesisir pantai selatan pun tidak lepas dari gempuran narkoba. Walaupun masih dalam skala kecil, Agus melanjutkan, tetap menjadi perhatian serius pihaknya.

“Sekecil apapun tetap narkoba. Kita terus melakukan tindak pencegahan. Dengan bersinergi secara utuh dengan Babinsa,  kita berharap akan semakin kuat dan solid upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba di wilayah kita,” imbuhnya.

Sinergi dengan Babinsa TNI AD akan menjadi ujung trisula dalam perang melawan narkoba. “Dan demi memaksimalkan kekuatan tersebut, kami juga memberikan sosialisasi dan pembekalan kepada Babinsa,” pungkas Agus.

Pergeseran dan titik penyebaran narkoba yang dilakukan oleh sindikat tidak lagi sekedar menyasar perkotaan. Desa menjadi lahan empuk mereka untuk menjual barang haram tersebut. Pergeseran pasar narkoba ini  juga diperkuat dengan ungkap kasus narkoba oleh aparat kepolisian.

“Tidak ada lagi daerah merah narkoba karena seluruh wilayah memiliki potensi. Untuk narkoba merata di seluruh wilayah, walau tidak terlalu signifikan,” ucap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (grw)