BONDOWOSO, PETISI.CO – Kepala Bakesbangpol Bondowoso, Jawa Timur, Prajitno mengatakan, keberadaan syiah di Kabupaten Bondowoso hanya sekitar seratus orang saja. Data itu, dihimpun Bakesbangpol pada tahun 2016.
“Sekitar seratus orang saja, yang banyak itu merupakan tamu pada saat syiah melakukan acara seperti milad Fatimah,” kata Prajitno seusai acara pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Pendopo Bupati, Rabu (19/7/2017).
Menurut Prajitno, Bondowoso dijadikan tempat paling aman oleh syiah untuk berkumpul. Sebab, Bondowoso tidak sama dengan daerah lain yang sering ada aksi penolakan terhadap syiah, seperti di daerah Pasuruan.
Prajitno menerangakan, keberadaan syiah di Bondowoso terbesar di Pulau Jawa setelah Bangil.
“Syiah di Bondowoso terlihat besar, karena Bondowoso aman. Coba mereka melakukan kegiatan di daerah lain, pasti mereka sudah dihajar. Adanya FPK di Bondowoso menunjukkan bahwasannya, apapun di Bondowoso yang beranekaragam itu tidak terjadi konflik,” ujar Prajitno.
Prajitno mengajurkan agar syiah tidak mengganggu terhadap paham yang lain, begitu juga sebaliknya. Menurutnya, jika saling menghormati terhadap akidah masing-masing, maka kerukunan akan terus terjalin. (bam)






