BPBD Jatim Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Fasilitas Umum

oleh -64 Dilihat
oleh
Puluhan petugas BPBD, relawan dan gugus pramuka melakukan aksi bersih-bersih di dalam gereja.

SURABAYA, PETISI.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona. Setelah melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Al Akbar, BPBD melakukan aksi yang sama di tiga tempat ibadah dan sekolah, Rabu (18/3/2020).

Penyemprotan disinfektan pertama di GPIB Immanuel, Jalan Bubutan. Kedua di Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tauhid, Jalan Jagir. Terakhir penyemprotan disinfektan dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonorejo, Surabaya.

Langkah preventif BPBD Jatim ini, dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk menyemprotkan disinfektan di fasilitas umum sebagai antisipasi penanganan wabah Corona di Jatim.

“Sesuai arahan bu gubernur kemarin malam, hari ini BPBD Jatim mengadakan pencegahan penularan Convid-19 dengan cara penyemprotan disinfektan dan lokasi yang pertama adalah di gereja ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono di GPIB Immanuel Surabaya.

Menurutnya, upaya ini terus dilakukan untuk pencegahan corona, agar masyarakat merasa aman. Seperti jemaah di gereja ini juga bisa merasa aman saat beribadah. “Kemarin kita juga melakukan penyemprotan di Masjid Al Akbar Surabaya,” ungkapnya.

Suban diwawancarai wartawan.

Penyemprotan ini, lanjutnya, bukan permintaan dari pihak gereja atau tempat umum lainnya. NamunĀ  dilakukan murni perintah dari Gubernur Jatim.

“Jadi begini kita menginisiatif, seperti Masjid Al-Akbar kemarin. Nah ke depannya banyak pihak akhirnya tahu bagaimana penyemprotan ini, bagaimana cairan disinfektannya, sehingga mereka bisa mandiri untuk melakukan penyemprotan ini,” tuturnya.

Untuk penyemprotan disinfektan di gereja ini, BPBD Jatim membawa 50 personil gabungan dari BPBD, relawan dan gugus pramuka. Selain penyemprotan, BPBD juga melakukan sosialisasi di pasar terkait pola perilaku bersih.

“Di pasar kita juga membagikan sarung tangan plastik agar orang yang jual makanan tidak langsung ngambil pake tangan kosong. Jadi biar higenis seumpama ada penularan virus itu kita sudah antisipasi. Total ada 10 ribu sarung tangan kita bagikan di pasar, warung se-Jatim,” jelasnya. (bm)