BPP Jogoroto Resmikan Laboraturium Bengkel Teknologi Pertanian

oleh
Dari kiri petugas BPP, Ketua Gapoktan, Camat, Kapolsek, Babinsa, Kadis Pertanian dan Kordinator BPP saat menunjukkan padi yang mau dipanen

Setiajit : Jangan Lelah dan Letih Berinovasi untuk Melayani Rakyat

JOMBANG, PETISI.CO – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jogoroto mengadakan tasyakuran menjelang panen raya, persiapan musim tanam MK I Tahun 2018 dan peresmian Laboratorium Bengkel Teknologi Pertanian, di BPP Kecamatan Jogoroto Dusun Dongeng Desa Jarakkulon Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Rabu (7/3/2018).

Hadir dalam kesempatan ini, Kadis Pertanian dan jajarannya, camat, kapolsek, Babinsa, kepala desa, ketua Gapoktan dan Poktan se kecamatan, Pramuka, serta pemilik kios pupuk se Kecamatan Jogoroto.

Anasrul Hakim Koordinator BBP Jogoroto menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara tasyakuran panen raya dan peresmian bengkel teknologi pertanian.

Tasyakuran ini wujud syukur kepada Allah SWT, karena tanaman padi kita dengan hasil yang baik.

Di Kecamatan Jogoroto ada 1749 hektar sawah binaan BPP, ditanami tebu 260 hektar dan selebihnya ditanami padi. “Tanaman padi milik BPP sebagai percontohan seluas 660 ru,” ungkapnya.

Kadis Pertanian meresmikan Laboratorium Bengkel Tehnologi Pertanian BPP Jogoroto

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro mengatakan,  bahwa BPP baru ada di Jogoroto meliputi pertanian, peternakan, perikanan dan sebagai percontohan yang ada di Jombang.

“Pembangunan laboratorium bengkel teknologi pertanian bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para petani dan adik-adik untuk bisa mencintai pertanian serta bisa menjadi generasi berikutnya,” katanya.

Lanjut Hadi, panen tahun ini kami berharap di Jombang selamat sampai dibawa ke rumah. Seluas 42 ribu hektar sawah di Jombang ditanami padi bisa menghasilkan 240 ribu ton padi/gabah kalau dijadikan beras sekitar 140 ribu ton.

Dan yang sudah panen seluas 701 hektar hasilnya sekitar 6,2 ton gabah. Hasil panen MT sudah lebih untuk surplus cadangan pangan Nasional.

Dari hasil rapat di Bulog, fleksibilitas harga berdasarkan Inpres GAPP No 5 Tahun 2015 tentang kenaikan harga 20 persen.

“Mulai 1 Maret sampai 30 April 2018 harga gabah kering panen dengan kadar air 25 persen seharga Rp. 4.440,-/kg, gabah kering giling seharga Rp. 5.580,-/kg dan untuk beras seharga Rp. 8.700,-/kg,” jelasnya.

Kadis Pertanian memotong tumpeng tasyakuran menjelang panen raya.

Selanjutnya Hadi berharap dengan adanya bantuan dari Pemerintah berupa mesin tanam padi transfenter manfaatkan para petani dengan sebaik mungkin.

Pjs Bupati Jombang Setiajit ketika dikonfimasi petisi.co melalui WhatsApp menyampaikan, “Inovasi integrated farming yang dilakukan anak-anakku PPL Jogoroto saya sampaikan terimakasih dan apresiasi yang luar biasa, jangan lelah dan letih untuk berinovasi untuk melayani rakyat,” ujar Setiajit.

Menurut Setiajit, dia memberi saran,  ke depan setiap poktan punya ternak sapi atau kambing, agar bisa untuk membuat pupuk organik. “Sedikit demi sedikit mengurangi pupuk unorganik, sehingga unsur hara tanah tidak rusak, sekaligus dapat efisiensi biaya saprodi,” pungkasnya. (rahma)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.