Budidaya Lele Sangkuriang, Bisnis Berprospek Menggiurkan

oleh
Suasana panen Lele Baby Catfish jenis Sangkuriang.

JEMBER, PETISI.CO – Bisnis dunia perikanan baru-baru ini menggeliat tajam dan hasilnya cukup menggiurkan.  Di Jember selatan, ada budidaya lele jenis Sangkuriang. Hanya dengan merawat kisaran 20 hari dari Nener yang dibelinya, penghasilan sudah mencapai  antara Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per 1000 Nener.

Alasan lebih memilih membesarkan anakan lele dibandingkan langsung menjual nener, adalah selain rentang waktu panen tidak lama, juga cara merawatnya sangat mudah. Cukup diberi sentrat 1 sampai 2 kali sehari, pemelihara sudah bisa mendapatkan hasil sangat bagus dan yang pasti harga juga bertambah.

Hal inilah yang dilakukan Atok Basolia (37), peternak baby catfich jenis ikan lele Sangkuriang asal Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Bapak dua anak ini mengatakan, selain harganya yang tidak berubah-rubah, tingkat kerugiannya juga sangat minim, karena ikan jenis lele Sangkuriang tidak gampang mati.

“Per 1000 ekor anakan berukuran 4 Mili saya membeli dari petani pemijah Rp18.000, setelah itu rawat lagi kurang lebih sekitar 20 hari atau hingga berukuran 9 Mili harga sudah mencapai Rp 55.000-60.000 per 1000 nya,” ungkap Atok Jumat (17/2/2017) kepada wartawan di sela sela panen.

Hal senada juga disampaikan Wanto pengepul baby catfish asal Desa Tempuran, Kecamatan Kencong. Dirinya menyarakankan kepada petani ikan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Lumajang dan Jember untuk terus mengembangkan dan membudidaya ikan jenis tersebut.

Selain harganya relatif standar, pangsa pasarnya pun tidak ada matinya. Sementara hasilny acukup fantastis.

“Saya setiap 1 minggu bisa mengirim antara 100-300 ribu ikan lele ukuran 8-9 untuk petani yang berada di Pulau Dewata Bali,” ujarnya.(yud)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.