Wabup Bondowoso Minta Kades Alokasikan DD untuk Penanganan Akses Jamban

oleh -143 Dilihat
oleh
Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, saat memberikan sambutan di acara Gebyar Desa ODF tahun 2018
-->

BONDOWOSO, PETISI.CO – Pada  tahun 2018 ini, masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, jumlah desa yang telah masuk kategori Open Defication Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan, mencapai 30 desa/kelurahan.

Sehingga, jika dibandingkan dengan total jumlah desa/kelurahan sebanyak 219, maka masih ada 189 desa/kelurahan yang masyarakatnya banyak BAB sembarangan.

Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso,  Irwan Bachtiar Rahmat, dalam acara Gebyar Desa ODF tahun 2018  dengan mengambil tema ‘Stop BABS’ di aula Hotel Ijen View, Rabu (19/12/2018).

“Melihat kondisi ini, kami mengharapkan agar dalam kurun waktu dua tahun desa-desa yang lain pun bisa menjadi ODF. Bondowoo ini, betul-betul sudah jadi ODF,” harapnya.

Tak hanya itu, Ia pun meminta kepada semua Kepala Desa (Kades) yang hadir di acara tersebut, untuk mengalokasikan Dana Desa (DD) khusus untuk penanganan akses jamban. Tentu dengan penangan kendala sanitasi ini maka program-program  yang lain akan lebih mudah diatasi.

“Seperti kasus stunting, tatanan kabupaten sehat, teratasinya kasus penyakit menular, dan beberapa hal lain yang terkait erat dengan masalah sanitasi,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan kepada  Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, untuk memberikan reward lebih di desa-desa, Koramil maupun Puskesmas yang telah ODF. Alasannya agar ada motivasi terhadap desa-desa yang belum ODF.

“Bondowoso akan ada reward bagi desa-desa yang sudah ODF. Tolong itu ditingkatkan rewardnya. Kalau ditingkatkan, ini akan memacu semangat Kades, termasuk camat yang wilayahnya sudah ODF. Selain camat juga, Danramil, Puskesmas, dan Kapolsek,” tandasnya.

Seraya mengatakan, bahwa bidang sanitasi di Bondowoso memang masih meninggalkan pekerjaan rumah bagi semua. Tentu, tanpa adanya kerjasama dari semua pihak maka tidak akan bisa diatasi.

“Oleh karena itulah, semua pihak diharapkan lebih fokus  dalam menangani kendala sanitasi di Bondowoso,” katanya.

Ditempat yang sama Kepala Dinkes Bondowoso, Muhammad Imron, menerangkan, jika menurut pada web  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) capaian akses jamban di Bondowoso hingga 17 Desember 2018,  58,03 persen. Artinya, 41,97 persen masyarakat Bondowoso masih BAB sembarangan. Sedangkan capaian akses air bersihnya yakni, 58,55 persen. Untuk diketahui,  hadir dalam kesempatan ini, perwakilan dari Dinkes Jawa Timur,  seluruh Camat dan Kades se-kabupaten Bondowoso, serta Danramil dari berbagai wilayah Bondowoso.(latif/sun)

No More Posts Available.

No more pages to load.