Bupati Bondowoso Minta Puskesmas Tingkatkan Layanan

oleh -284 Dilihat
oleh
Foto bersama setelah menghadap Bupati.

BONDOWOSO, PETISI.CO – Seluruh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Bondowoso, bersama Kepala  Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, serta sekretarisnya,  secara bersama-sama mendatangi Pendopo Kabupaten, untuk memperkenalkan diri kepada Bupati Bondowoso, Salwa Arifin bersama wakilnya, Irwan Bachtiar Rahmat, Senin (1/10/2018).

Dalam pertemuan tersebut, pesan Bupati serta Wakilnya, bahwa sebagai Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Dinkes, Kepala Puskesmas diharapkan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dia juga menyarankan, jangan membeda-bedakan lagi, antara masyarakat miskin atau non miskin dalam pelayanan kesehatan.

Tak hanya itu saja, Bupati dan Wakil bupati tersebut, berharap bahwa perencanaan program dan kegiatan, agar bermuara ke Dinkes yang akan menyesuaikan dengan Visi dan Misi serta tujuan di pemerintahan yang baru.

Sementara Kepala Dinkes Bondowoso, dr. Mohammad Imron, menerangkan,  Puskesmas itu merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melalui Visi dan Misi ini, nanti kita akan mengoptimalkan program dan kegiatannya sesuai dengan Visi dan Misi di pemerintahan yang baru ini, termasuk memperbaiki sistem pelayanan dan sistem tata kelola programnya.

“Kita akan buat Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tujuannya bagaimana kedepannya lebih fleksibel dalam tata pengelolaan keuangannya,” ujarnya.

Ditanya terkait Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mendukung pelayanan masyarakat miskin, dia menjawabnya. Terkait APBD tersebut, nantinya untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya serta pembayaran premi integrasi masyarakat Bondowoso ke BPJS PBI daerah.

“Integrasi ini, untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu atau miskin, bahkan bagi masyarakat tidak memiliki jaminan kesehatan apapun,” terangnya.

Sementara ini, lanjut dr. Imron, yang digelontorkan untuk pembayaran premi Jaminan Kesehatan  Masyarakat (Jamkesmas) bagi masyarakat kurang mampu,  sekitar Rp. 3 miliar. Itu sudah mengcover semua masyarakat miskin di Kabupaten Bondowoso.

“Integrasi itu, untuk pembayaran premi, kurang lebih kalau di awal Rp. 7,2 miliar, sementara untuk bayar sekitar 2-3 miliar, sisanya untuk pelayanan kesehatan,”urainya.

Dia juga mengatakan, bahwa solusi terkait masyarakat yang belum tercover, ada caranya.

“Kami memastikan semua masyarakat di desa telah tau caranya”tandasnya. Diketahui, Visi dan Misi tersebut, di pemerintahan yang baru di Kabupaten Bondowoso saat ini, ialah ‘Bondowoso MELESAT dalam bingkai iman dan taqwa’. (latif)

No More Posts Available.

No more pages to load.