Bupati Ikfina Terima Penghargaan dari Kemendes  PDTT

oleh
Bupati Ikfina saat menerima penghargaan dari Kemendes  PDTT

MOJOKERTO, PETISI.CO – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menerima penghargaan Percepatan Pembangunan Desa kategori Pertama, yang diberikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT) Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan Menteri Desa Desa PDTT RI Abdul Halim Iskandar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, dengan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (29/12) siang.

Bupati Ikfina dinilai telah berkomitmen dalam mendorong percepatan pembangunan, sehingga seluruh desa di Kabupaten Mojokerto telah mencapai status berkembang, maju, dan mandiri.

Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak yakni para Kepala Daerah di Jawa Timur, para kepala desa, para pendamping desa, serta masyarakat desa yang ikut berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di Jawa Timur.

Pemerataan pembangunan di Jatim terus menunjukkan perkembangan yang positif tidak hanya di  perkotaan, tapi juga di pedesaan. Hal ini dibuktikan dengan semakin tingginya keberadaan desa dengan status Mandiri dan Maju serta tidak adanya lagi desa dengan status tertinggal dan sangat tertinggal di Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021 Kementerian Desa PDTT, jumlah desa mandiri dan maju di Jatim adalah yang tertinggi di antara provinsi lain se-Indonesia.

Hal tersebut tertuang dalam SK Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 398.4.1 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 30 Tahun 2016 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa yang dirilis tanggal 19 Agustus 2021.

Dalam pemutakhiran data IDM tahun 2021, tercatat 3.269 desa di Indonesia dinyatakan sebagai desa mandiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 697 desa atau 21,32 persen berada di Jawa Timur. Tidak hanya status desa mandiri yang tertinggi, desa dengan status maju di Jawa Timur juga tercatat mendominasi secara nasional dengan total 3.283 desa.

Berdasarkan hal tersebut, Khofifah turut menyampaikan rasa syukurnya karena pembangunan di tingkat pedesaan terus tumbuh baik berdasarkan Indeks Ketahanan Sosial (IKS) Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) yang menjadi dasar dalam mengukur IDM.

“Hal ini dikarenakan pembangunan desa yang baik di Jatim tersebut mampu berseiring dengan laju penurunan angka kemiskinan di tingkat pedesaan khususnya pada Tri – Wulan II Tahun 2021. Selain itu yang harus kita syukuri saat ini ada 697 desa mandiri di Jawa Timur, yang merupakan jumlah terbanyak secara nasional,” katanya.

Tidak cukup itu, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, per 21 Juli 2021 menyebutkan bahwa tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di Jawa Timur merupakan yang paling tipis jika dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Sementara itu, kontribusi terbesar angka penurunan kemiskinan berada di wilayah pedesaan dengan total penurunan 33,246 orang.

“Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen pemprov mengentaskan desa tertinggal dengan melalui program desa berdaya dan paman desa  yang memberikan stimulus berupa permodalan di tingkat desa,” tambah Khofifah.

Untuk mendukung program tersebut lanjut Khofifah, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,1 miliar untuk paman desa dengan sasaran 301 Bumdesa, untuk anggaran desa berdaya senilai Rp 15,1 miliar untuk 151 desa mandiri. (ng)

No More Posts Available.

No more pages to load.