Bupati Madiun Bersama Dandim dan Masyarakat Melaksanakan Panen Raya

oleh
Panen Raya di Madiun

MADIUN, PETISI.CO – Bertempat di Desa Palur, Kec. Kebonsari, Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos melaksanakan Panen Raya bersama masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut  unsur Pimpinan Daerah/Forkopimda Kab. Madiun, Wakil Bupati Madiun, Pimpinan Cabang BNI Kab. Madiun, Kadin Ketahanan Pangan Kab. Madiun, Kepala Pimpinan Perangkat Daerah Kab. Madiun, Kepala Bulog Sub Divre wilayah Madiun, Muspika Kec. Kebonsari, Petugas Penyuluh Pertanian dan Perikanan, Kades Palur beserta Perangkat, Ketua Gapoktan Kab. Madiun, komunitas sistem tanam sebar Kab. Madiun, serta masyarakat setempat.

Perlu diketahui acara panen merupakan suatu tradisi yang sudah lama dan biasa kita laksanakan, bahwasannya setiap menanam tanaman harapannya adalah mendapatkan hasil dari panennya dan panen raya merupakan suatu bentuk ungkapan rasa syukur penuh harap kepada Tuhan Maha Kuasa.

Dalam panen raya tersebut Bupati Madiun berharap agar “petani biso gumuyu” yaitu suatu harapan yang merupakan harapan agar para petani panennya banyak, bagus-bagus, harganya juga bagus, kalau semua sudah bagus bisa mengantar pada Swasembada Pangan dan Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera 2018.

Sebagaimana diketahui bahwa bidang pertanian merupakan program prioritas pembangunan Kab. Madiun dan sesuai dengan visi dan misinya agar pertanian khusunya padi terus meningkat.

Sebagaimana kita ketahui sampai akhir tahun 2016 dengan luas tanam 82.185 Ha, produksi 568.714,57 Ton, Produkivitas 62,84 Kw/Ha, ini mengalami surplus beras sebesar 243.61 ton dan sekaligus mempertahankan predikat Kabupaten Madiun sebagai lumbung padi Jawa Timur bagian barat.

Namun demikian, tentunya kita jangan terlena dengan keberhasilan yang kita capai, karena masih banyak tantangan dan tuntutan serta berbagai masalah yang terus membutuhkan perhatian dan kewaspadaan kita. Adapun diantara masalah yang harus diwaspadai adalah ancaman serangan hama, cuaca/iklim yang kurang bersahabat seperti banjir pada musim penghujan atau kekeringan pada saat kemarau yang merupakan perlu kewaspdaan.

Meskipun banyak masalah dan tantangan jangan membuat berkecil hati dan pesimis. “Tetapi kita harus semakin semangat untuk memecahkan masalah agar bisa menjadi lebih baik lagi,” ungkap Mbah Tarom.(pen)