Bupati Mursini Ikuti FGD Menuju UHC BPJS Kesehatan

oleh
Drs H Mursini MSi Bupati Kuansing saat acara FGD

PEKANBARU, PETISI.CO – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Drs H Mursini, M.Si mengikuti Focus Group Discussion (FGD) menuju Universal Healt Coverage (UHC) Provinsi Riau, yang diselenggarakan BPJS Riau, Kamis (30/8/2018).

Kegiatan ini dalam rangka mengejar target perlindungan kesehatan bagi masyarakat, dipusatkan di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru.

Turut mendampingi Bupati, Kadiskes dr. Reza, Kepala Bappedalitbang Ir Maisir, Kepala BPKAD Hendra AP, M.Si, mewakili Kadis Sosial Napisman, mewakili PTSP Hendra Sandi, kepala kabupaten Kuansing BPJS Kesebatan Nilam dan Plt Kadis Disdukcapil Martono.

Seperti dijelaskan Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel dan Jambi, Siswandi kegiatan FGD yang diikuti oleh Pemerintah Provinsi dan 12 Kabupaten Kota se-Riau ini dalam rangka menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2017 tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Dimana Gubernur, Bupati dan Walikota serta perwakilan BPJS Daerah berperan dalam mencapai Universal Healt Coverage sebesar 95 persen.

“Kita ingin mendorong terwujudnya Universal Healt Coverage sebesar 95 persen sesuai Intruksi No. 8 Tahun 2017,” ujarnya.

Ia berharap dalam Focus Group Discussion ini, menghasilkan saran dan gagasan serta perumusan kerjasama dalam mencapai Universal Healt Coverage.

Sejauh ini UHC Provinsi Riau baru mencapai 67.8 persen, atau mencakup 4 Juta lebih penduduk Riau. Artinya untuk mencapai angka yang telah ditargetkan yakni 95 persen Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota harus bekerja keras mengejar angka 33 persen lagi.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Achmad Hijazi, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan FGG UHC yang digelar oleh BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel Jambi, ia berharap melalui kegiatan itu dapat menginveterisasi semua permasalah di Kabupaten Kota dalam mengejar target UHC Nasional. Dimana daerah juga sangat berkepentingan mendorong HHC yang menjadi salah satu Indikator Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat di Daerah.

“Target 95 persen ini harus diperjuangkan dan dicapai, untuk itu perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan. Karena sesuai RPJMN ditargetkan paling lambat 2019 sebanyak 95 persen maayarakat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kes,” terang Sekdaprov.

Dalam RPJMN sesuai rancangan itu paling kambat awal 2019 minimal 95 pereen penduduk sudah menjadi peserta JKN KS atau Universal Healt Coverage.

Menyikapi Intruksi Presiden No. 8 Tahun 2017 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional, Bupati Kuansing Mursini di dampingi Kadis Kesehatan Reza Cahyadi menyampaikan dari 328.855 penduduk Kuansing yang sudah menjadi peserta BPJS sebesar 168.951 orang atau 51, 38 persen.

“Sedangkan target kita tahun 2018 ini jumlah warga masyarakat yang ikut BPJS sebesar 171.272 orang atau lebih kurang 60 %. Kami berharap untuk. Mudah-mudahan ini tercapai,” harap Bupati.

Sementara itu Kepala  BPJS Kuansing cabang Tembilahan, Nilam menambahkan dirinya berharap agar peserta BPJS dari penerima bantuan iuran (PBI) mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan dapat ditingkatkan.

Sekedar informasi, dalam kegiatan ini ditampilkan ekspos oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, salah satu Kabupaten di Indonesia yang berhasil mencapai angka UHC Nasiona 95 persen, dimana salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menempatkan masalah pelayanan kesehatan kedepan program Prioritas dan Startegis Daerah, selain itu berhasil mendorong kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta mandiri BPJS dengan bekerjasama dengan dunia usaha.

Diakhir acara dilaksanakan penandatangan MoU antara BPJS dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Riau dalam rangka komitmen bersama memberi dukungan terhadap tercapainya target UHC di setiap kabupaten dan kota. (gus)

No More Posts Available.

No more pages to load.