Surabaya, petisi.co – Pihak Kecamatan Asemrowo menggelar jumpa pers di Kantor Kecamatan Asemrowo, mengenai video viral yang beredar di media sosial. Dalam hal ini, Muhammad Khusnul Amin selaku Camat Amserowo memberikan bantahan di depan wartawan, bahwasanya narasi dalam video tersebut tidaklah benar.
“Jadi saya sama staff kecamatan waktu itu di ruangan saya, untuk pertemuan koordinasi apa yang akan kami sampaikan saat rapat zoom siangnya,” ungkap Amin.
Dalam kronologi kejadiannya, Amin menceritakan bahwa dirinya bersama Staf Camat bernama Devie dan Alfian sedang mengadakan rapat koordinasi persiapan zoom, Senin (6/1/2025). Di tengah koordinasi tersebut, tiba-tiba sekelompok orang datang memasuki kantor kecamatan sembari berteriak dan menggebrak-gebrak pintu.
“Memang awalnya saya sama mereka sudah janjian untuk bertemu. Bukannya kami tidak mau menemui, hanya saja tunggu dulu habis rapat selesai. Karena koordinasi itu saya tidak bisa angkat telepon,” ujarnya.
Ia melanjutkan, saat massa yang marah tersebut berada di depan ruangan, Devie bersembunyi di bawah meja kerja camat, sementara Alfian bersembunyi di belakang pintu masuk.
“Mereka mengatakan saya tidak melayani masyarakat, dan menuduh saya menyembunyikan perempuan di ruangan saya. Di dalam kantor itu juga banyak saksi. Mereka tahu kalau kami sedang rapat di dalam,” kata Amin.
Di saat yang sama, Devie pun juga memberikan klarifikasinya. Ia menjelaskan bahwasanya tindakannya di bawah meja camat itu karena dia ketakutan akan massa yang marah. Devie mengaku trauma dengan kejadian tersebut, lantaran ia juga pernah melihat kejadian serupa di Rumah Sakit Soewandhi.
“Saya sebagai wanita yang tidak pernah mengalami hal seperti ini, saya juga agak trauma. Khawatirnya kan kalau mereka ada yang bawa senjata tajam,” paparnya.
Di kesempatan ini, Devie menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan apapun selain rapat koordinasi pada saat kejadian. Bahkan, lanjutnya, ia sedang berada di ruangan tersebut dengan staf lain bernama Alfian. Tidak hanya itu, banyak dari pegawai kecamatan yang mengetahui yang melihat camat dan kedua stafnya sedang rapat.
“Kenapa saya lari ke bawah meja, ya karena saya benar-benar takut. Bukan saya melakukan hal aneh-aneh pada pak Camat. Baju saya ini pun masih utuh,” pungkas Devie. (dvd)







