Magetan, petisi.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magetan menggelar kegiatan kerja bakti bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan bertajuk “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” tersebut dilaksanakan di sepanjang kawasan Telaga Wahyu hingga Simpang Tiga Singolangu, pada Jumat pagi (01/05/2026).

Ketua DPD LDII Magetan, H. Joko Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program hasil Musyawarah Daerah (Musda) yang bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman.
“Kami mengerahkan sekitar 250 hingga 300 warga LDII untuk membersihkan area dari Telaga Wahyu sampai pertigaan Singolangu. Mengingat jalur ini merupakan akses menuju kawasan wisata, maka kami merasa perlu turut menjaga kebersihannya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya kendala di lapangan, khususnya pada saluran air yang tertutup timbunan material tanah dan bangunan sepanjang kurang lebih 50 meter, sehingga tidak dapat dibersihkan secara optimal.
“Kami menemukan saluran yang tertutup timbunan dari tebing dan material bangunan sehingga aliran air terputus. Hal ini berpotensi menyebabkan banjir,” jelasnya.
Pihaknya berharap instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, dapat menindaklanjuti dengan membuat saluran baru atau solusi teknis lainnya.
Joko menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan status kepemilikan lahan yang tertutup timbunan tersebut, apakah milik pribadi atau pemerintah. Namun ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya aliran air.
Ia juga mengaku khawatir apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, justru akan menimbulkan dampak negatif di kemudian hari, seperti banjir yang meluap ke jalan.
“Jangan sampai kegiatan positif seperti ini justru disalahartikan jika ke depan muncul dampak banjir akibat saluran yang tidak berfungsi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Joko menyampaikan nantinya LDII juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat keamanan, hingga instansi keagamaan.
“Nantinya kami juga akan menyurati Camat Plaosan, Polsek, Koramil, hingga KUA. Bahkan tembusan juga kami sampaikan kepada Bupati Magetan, Dandim, Kapolres, dan Kepala Kemenag. Ini sebagai bentuk transparansi bahwa LDII tidak hanya berdakwah di masjid, tetapi juga melalui aksi nyata di masyarakat,” pungkasnya.
Melalui aksi nyata ini, LDII Magetan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan religius, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Selain fokus pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwarga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan diharapkan mampu membangun sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Magetan yang lebih indah dan sehat. (mas)






