DAS Terus Naik, Bengawan Solo Siaga Merah

oleh
Banjir sampai setinggi lutut.

BOJONEGORO, PETISI.CO – Kondisi debit air sungai Bengawan Solo terus mengalami peningkatan. Tren air naik secara perlahan sejak beberapa hari kemarin. Akibat kenaikan debi air, sungai terpanjang di pulau jawa ini masuk pada level siaga tiga, atau siaga merah. Di papan duga, yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) Desa Ledok wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro menjukan, ketinggian air mencapai 15.04 piel schall.

Kenaikkan debit air disebabkan mendapat kiriman dari wilayah hulu. Sebab, beberapa hari kemarin, wilayah hulu terus mengalami peningkatan, sehingga mengalir ke Bojogoro. Selain mendapat kiriman air, juga disebabkan akibat hujan lokal yang terjadi beberapa hari kemarin.

Naiknya Debit Air Sungai (DAS) mengakibatkan sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, pemukiman warga yang ada di Desa Wetan, Ledok Kulon terendam banjir dengan ketinggian air satu meter. Sumantri, Kepala Desa Ledok Kulon menjelaskan, luapan Bengawan Solo mengakibatkan sebanyak 200 lebih Kepala Keluarga (KK) terendam.

“Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam fasilitas lainnya seperti kantor Balai Desa, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan ketinggian air hampir satu meter,” katanya, Kamis (01/12/2016).

Sementara di Wilayah Karang nongko, Kecamatan Margomulyo, ketinggian air mencapai 28.91 piel schall. Kondisi tersebut terbilang stabil. Diperkirakan air sungai Bengawan Solo akan terus mengalami kenaikkan. Sebab, di wilayah hulu, Jawa timur dan Jawa tengah masih pada posisi level siaga. (gal)