Dengan Slogan ‘Menyampaikan Realita’, Media PETISI Dilaunching

oleh
Sokip SH saat memotong tumpeng, sebagai tanda kelahiran media PETISI.

SURABAYA, PETISI.CO – Satu lagi perusahaan media cetak sekaligus online hadir di Kota Pahlawan, Surabaya, dilaunching, Senin (10/4/2017) sore. Surat Kabar Umum (SKU) Petisi dan online  www.petisi.co yang hadir  dengan slogan ‘Menyampaikan Realita’, mengemas berita-berita terkini dan yang sedang booming dengan bahasa yang santun untuk semua kalangan.

Direktur SKU Petisi, Sokip SH di sela-sela launching di kantor Komplek Graha Wartawan, PWI Jawa Timur mengatakan, bahwa launching SKU Petisi dilaksanakan pada Senin, 10 April 2017 ini, sebagai hari lahirnya media yang digawangi para wartawan senior.

“Kami sengaja, untuk menandai hari kelahiran ini dengan cara yang sederhana, tanpa meninggalkan budaya dan adat istiadat orang Jawa,” ujar Sokip. Dengan mengundang beberapa pimpinan media nasional maupun lokal yang ada di Jawa Timur, acara tersebut berlangsung guyub dan gayeng.

“Dengan pemotongan tumpeng dan suguhan jajan pasar ini, semoga keberadaan media Petisi bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, untuk mendapatkan informasi. Selain itu, harapan kami, hadirnya media ini  di tengah-tengah masyarakat, dapat membantu mencerdaskan bangsa,” tutur Sokip.

Beberapa pimpinan media yang hadir seperti M Efendi dari beritalima.com, Syaiful Anam dari Jatim Post, serta beberapa media lokal di Surabaya. Tidak ketinggalan pengurus PWI Jawa Timur, Yuwono ikut hadir dalam launching  tersebut.

Sokip SH menyerahkan potongan tumpeng kepada Pemimpin Redaksi PETISI, Bondet Hardjito

Sementara Pimpinan Redaksi SKU Petisi, Bondet Harjito menambahkan, ini benar-benar perjuangan nyata  yang amat berat. Di sela-sela maraknya dunia maya, gempuran media sosial yang begitu hebat dan menonjok, menyentuh kehidupan masyarakat segala lapisan. Petisi berani memunculkan media cetak yang sudah diramal banyak pihak umurnya tidak samapi 5 tahun.

Bondet juga berharap, teman-teman di redaksi Petisi wajib menampilkan berita fakta atau fakta opini yang tidak menyakiti pihak lain.

“Mencari teman yang banyak. Karena teman adalah kekuatan,” kata Bondet.

Bondet yakin media cetak ke depan masih mampu bersaing. Cuma bentuknya yang tidak boleh menyakiti, menggurui, sok pinter, sok jagoan.

“Biarkan masyarakat berdiskusi sendiri di halaman yang kita sediakan.Tentunya kita filter dulu mana yang layak cetak,” pungkas Bondet. (cah)

No More Posts Available.

No more pages to load.