Desa Pesanggrahan Menjadi Potensi “Desa Wisata Kampung Susu”

oleh
Yatemo, salah satu peternak sapi

BATU, PETISI.CO – Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu ini memiliki potensi yang sangat luar biasa, terutama di sektor pertanian, dan peternakan, ditambah lagi masyarakatnya yang ramah lingkungan. Desa ini berada di perkotaan, yang diapit dua Kelurahan, tentunya tidak mau berdiam diri dan ketinggalan begitu saja untuk terus bersaing demi memajukan potensi desanya.

Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi SPd

Desa Pesanggrahan, dengan luas wilayah 340,7 hektar, yang berada di atas ketinggian 900/1000 meter dari permukaan laut dibagi menjadi enam pedukuhan, yaitu Dusun Toyomerto, Dusun Serbet Barat, Dusun Serbet Timur, Dusun Krajan/ Pesanggrahan, Dusun Wunucari, dan Dusun Macari.

Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi SPd, menuturkan sesuai dengan visi dan misi Desa Pesanggrahan yaitu membangun pemerintah yang baik dan bersih, guna mewujudkan kehidupan masyarakat desa yang tentram, adil, makmur dan sejahtera.

“Potensi desa tahun 2018/2019 nantinya akan mengarah ke Dusun Toyomerto menjadi kampung susu. Mulai dari prosesi makan ternaknya, pembersihan kandang sapi, pemerahan susu. Di sana susu ternak sapi milik masyarakat, tidak hanya dikonsumsi dan disetorkan ke KUD saja akan tetapi bisa menjadi home industri yang bekerja sama dengan Pemdes terkait dengan pemasarannya,” ucapnya, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, produk olahan susu tersebut akan dijadikan produk olahan jadi, berupa Yogurt, permen susu, STMJ, dan kedepannya akan membuat sabun mandi susu. Bahkan, dananya akan diambilkan dari desa, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang mengelola aset tersebut.

“Desa Pesanggrahan sekaligus, akan membuat rest area dan pasar wisata desa. Yang akan bekerja sama dengan pihak hotel, yang ada di Desa Pesanggrahan,” ujar pria penuh ramah ini, kepada petisi.co.

Dia juga berharap, potensi Desa Pesanggrahan nantinya yang terlibat masyarakat Pesanggrahan sendiri. Yang disinergikan dengan masyarakat, dan Pemdes Pesanggrahan, bukan dengan investor. Dan rest area nantinya, dikemas menjadi pasar wisata desa bukan pasar modern.

“Artinya potensi Desa Pesanggrahan, bisa dinikmati oleh masyarakat sendiri bukan investor. Kita lihat dari jumlah keseluruhan di Desa Pesanggrahan ada 69 RT, 13 RW, dan 6 Pedukuhan,” tegasnya, sembari ditemui di ruang kerjanya.

Dia tandaskan, seperti di Pedukuhan Wonocari, potensi daerahnya lebih banyak di sektor pertanian. Sehingga masyarakatnya lebih banyak yang bercocok tanam ke sawah. Selain itu, ada lahan kosong yang cukup lumayan luas di Dusun Srebet Timut, akan dijadikan wisata hidroponik. Sebagaimana yang sudah digadang-gadangkan, untuk pusat belajar bagi masyarakat, dan pemuda desa Pesanggrahan.

“Pastinya, kita akan mengambil tenaga ahli khusus dari Kota Malang. Untuk memberi pelatihan, motivasi, sekaligus membimbing sampai mereka bisa. Artinya tidak dilepas begitu saja, sehingga terkesan hanya sementara. Apapun bentuknya, bagi masyarakat selagi itu menjadi kebutuhan mereka, maka semuanya akan ikut bertanggung jawab,” bebernya.

Sementara itu, warga Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Yatemo, salah satu peternak sapi saat dikonfirmasi juga menyatakan ia sangat mendukung sakali apabila Desa Toyomerto, menjadi desa wisata kampung susu.

“Saya berharap, supaya Desa Pesanggrahan ini maju, dan Dusun Toyomerto dapat lebih maju lagi, karena di Dusun Toyomerto dapat menjadi desa penghasil susu. Secara ekonomi dapat menambah income, bagi masyarakat menuju desa wisata,” tandasnya

Pemilik sapi perah sebanyak dua puluh satu ekor ini juga menambahkan, dalam suatu hari bisa setor susu sebanyak seratus lima puluh liter per hari ke KUD Batu. Secara keseluruhan, di Dusun Toyomerto ini bisa mencapai lima ton.

“Satu liter harga tertinggi di KUD Batu, dibeli dengan Rp 4.985. Harga standarnya satu liternya Rp 4.500, apabila dibeli oleh orang luar bisa mencapai harga Rp 7 ribu per liter,” pungkasnya. (eka)