Dewan Minta Pemkot Kediri Peka Sikapi Nasib Jembatan Brawijaya

oleh
Kondisi Jembatan brawijaya saat ini.

KEDIRI, PETISI.CO – Pasca putusnya jembatan Mrican, beberapa hari lalu, tepatnya Rabu (1/3/2017), kalangan DPRD Kota Kediri meminta, agar Pemerintah Kota Kediri, lebih peka menyikapi nasib Jembatan Brawijaya, yang belum menuai kejelasan sejak beberapa tahun lalu, sampai saat ini.

Kondisi itu beralasan, lantaran jembatan lama yang berdampingan dengan jembatan Brawijaya, satu-satunya jembatan peninggalan Belanda kondisi sudah memprihatinkan. Bahkan, umurnya masih relatif  lebih tua 8 tahun, apabila dibandingkan jembatan Mrican, yang berdiri tahun 1898.

Dari hal itulah, muncul kekuatiran dari kalangan Dewan, akan kekuatan jembatan lama, apakah bisa bertahan. Mengingat, jembatan itu digunakkan masyarakat dalam keseharianya.Yakni, sebagai jalur penghubung antar wilayah barat timur sungai Brantas.

Reza Darmawan, Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PAN, menerangkan, dirinya merasa prihatin akan kejadian putusnya jembatan Mrican yang menjadikan aktivitas warga terganggu.

“Secara Pribadi saya merasa prihatin akan kejadian itu.Meski tidak menelan korban jiwa ,namun aktivitas warga terganggu khususnya para pedagang,” ungkap Reza Sabtu (4/3/2017).

Menurutnya, umur jembatan Mrican lebih muda dibandingkan jembatan Brawijaya dalam pembangunannya. Berbicara segi pemakaian, jembatan lama relatif padat lalu lintasnya.Hal itu, harus dipikirkan Pemerintah daerah setempat, akan dampak yang terjadi, apabila jembatan lama putus sewaktu-waktu. ” Pastinya akan banyak korban nanti. Makanya, mengacu peribahasa, Pemkot harus sedia payung sebelum hujan,” imbuhnya.

Lebih jauh dipaparkan Politisi PAN tersebut, untuk itu pihaknya meminta pada instansi terkait untuk memikirkan dampak yang terjadi bilamana jembatan lama putus , pasti ekonomi kota Kediri terhambat. Dan untuk mengatasi dan mengantisipasi hal tersebut.

Bahkan, Reza sapaan akrabnya, juga meminta pada pemerintah untuk segera memfungsikan jembatan Brawijaya yang saat ini mangkrak dan belum dilaksanakan pembangunannya, lantaran masih terkendala masalah hukum.” Mumpung belum ada korban jiwa, mari kita pikirkan bersama.Tujuanya, agar kota Kediri lebih baik lagi,” pintanya.

Reza juga menyingung,jika pembangunan Jembatan Brawijaya masih dalam permasalahan hukum dan belum bisa dibangun , pihaknya berharap instansi terkait, supaya bisa memberikan titik terang akan permasalahan Jembatan Brawijaya.

“Kalau memang terkendala masalah hukum diharap instansi Hukum untuk segera menyelesaikan masalah hukumnya,” harapnya.

Disamping itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat Kota Kediri yang melintas di jembatan lama untuk waspada.

“Apabila terjadi hujan lebat dan arus sungai deras , diharap warga memilih jalur alternatif lainya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, jembatan Brawijaya saat ini belum bisa dibangun karena terkendala masalah hukum pada era walikota Kediri Samsul Ashar. Dan kasus jembatan Brawijaya, juga ditetapkan tersangkanya saat ditangani Polda Jatim.

Hingga saat ini, kasusnya sudah dilimpahkan pada Kejati Jatim, yang kenyataanya proses persidangan belum dilaksanakan. Padahal pihak Polda Jatim sudah menetapkan dua tersangka, yakni Kasenan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri dan satu stafnya.(bud).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.