Dewan Sesalkan Pasar Induk Bondowoso Belum Disertifikat

oleh
Rusdi Hasan anggota komisi III DPRD Bondowoso, saat dikonfirmasi

BONDOWOSO, PETISI. CO – Rusdi Hasan, salah satu anggota komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sangat menyesal keberadaan aset daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Menurutnya, pasar induk Bondowoso, saat ini belum disertifikat, sehingga keberadaan pasar tersebut, tidak jelas kepemilikannya.

“Itu, milik pemkab, dan aset itu produktif, kenapa belum disertifikat,” ujar Rusdi, dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jumat (24/8/2018), di ruang kerjanya kepada sejumlah wartawan.

Rusdi juga sebagai anggota panitia khusus (pansus-2), yang membidangi aset daerah mengaku kaget, karena status pasar induk belum disertifikat. Hal ini, diketahui setelah dirinya menanyakan batas tanah pasar induk kepada pejabat pemerintah.

“Saya sempat tanya batas-batas tanah pasar induk, ironisnya, tidak ada yang bisa jawab,” katanya sambil mengimbuhkan, jika keberadaan pasar induk Bondowoso tidak disertifikat, maka tidak menutup kemungkinan aset daerah itu bisa dikuasai oleh masyarakat.

“Ini akan menjadi preseden buruk bagi pemkab kedepannya. Saya minta kejujuran dari pejabat di Bondowoso untuk menjelaskan persoalan ini di depan pansus,” imbuhnya.

Selain itu, ia menegaskan,  untuk menginventarisir aset daerah milik pemkab Bondowoso, diantaranya keberadaan mobil dinas milik Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, karena ditengarai mobil tersebut, tidak diketahui keberadaannya.

“Lihat saja nanti, karena kita ingin menyelamatkan aset daerah,  juga aset milik rakyat Bondowoso, terutama keberadaannya mobil dinas Sekda,” pungkasnya. (latif)