PETISI.CO
Aris Sony Prima Yoga, anak Almarhum Suparmi.
PERISTIWA

Diduga Lalai Dalam Menangani Pasien, RSUD dr Koesnadi Dilaporkan ke Polres Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kasus meninggalnya pasien Covid-19, Suparmi (57), warga Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, di RSUD dr. Koesnadi yang dilaporkan ke Polres dengan nomor laporan TBL-B/51/ll/RES 1.24/RESKRIM/SPKT/POLRES BWO, tak kunjung ada kabar.

Menurut keluarga korban, Aris Sony Prima Yoga (28) pada tanggal 24 Februari 2021 lalu, dirinya melaporkan pihak RSUD dr Koesnadi atas dugaan kelalaian petugas sehingga menyebabkan meninggalnya Suparmi yang masih ibunya.

“Sudah 40 hari lebih, laporan itu sampai sekarang tidak ada tindak lanjut atau kabar apapun dari Polres,” jelasnya, Rabu (7/4/2021) sore.

Berdasarkan surat keterangan dari RSUD dr Koesnadi, lanjut dia, almarhum ibu saya divonis gagal nafas positif Covid-19. Kemudian dirawat sejak 14 Februari 2021, pukul 14.56 WIB dan meninggal pada 23 Februari 2021 Pukul 5.23 WIB.

Baca Juga :  Polres Bondowoso Tahan Pencuri Ribuan Bilik Suara Milik KPU

Awalnya almarhum ibu saya masuk di ruang rawat Rengganis. Selang dua hari di rawat dan tidak ada perubahan. Akhirnya diusulkan oleh dokter, kemudian dipindah ke ruang ICU Covid-19.

“Kebetulan waktu itu, saya masih bekerja sebagai pengantar pasien di IGD RSUD dr Koesnadi Bondowoso. Dan sebagai anak dan petugas RSUD, kebetulan saya diperkenankan menjenguk ibu saya dengan APD lengkap. Nah waktu menjelang kejadian itu, kira-kira pukul 23.00, saya jenguk ibu ini, masih tampak stabil kondisinya,” katanya.

Baca Juga :  Satu Lagi Pasien Covid-19 Pelajar Dharmasraya Sembuh

Pada sekitar pukul 4.00 WIB, saya ada tugas antar pasien ke ruang OK yang jaraknya berdekatan dengan ruang ICU tempat ibu saya dirawat. Sekitar pukul 05.00 WIB, ada kabar dari security, jikalau ibu saya sudah meniinggal dan saya bergegas ke monitor CCTV dan melihat ibu itu sudah tergeletak lemas dengan masker oksigen terlepas.

Pada saat itu petugas yang menanganinya baru diketahui masih akan memakai APD. Jadi tidak ada kesigapan tindakan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Padahal diketahui sebelumnya, ibu saya tidak dalam keadaan kritis karena tidak menggunakan ventilator.

Baca Juga :  Bertambah 12, Total di Magetan ada 45 Pasien Positif Covid-19

“Berarti sebelumnya memang tidak ada tindakan dari petugas. Lantas saya tanyakan, kenapa ibu saya meninggal dan maskernya kok bisa terlepas gini?. Mereka bingung tidak ada yang menjawab. Dari situ saya menggaris bawahi bahwa ini murni kelalaian dari petugas,” beber Yoga.

Atas dasar itu, saya melaporkan pihak RSUD dr Koesnadi ke polres Bondowoso.

“Belakangan ini dari pihak Rumah Sakit sudah beberapa kali mengutus pegawai UP dan kuasa hukumnya untuk memediasi kasus tersebut, agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, saya tetap menolaknya. Saya terus berjuang agar ini dapat selesai secara hukum,” pungkasnya. (tif)

terkait

Peringati Hari Kartini, Polwan Polres Batu Sosialisasi Gampol Polri

redaksi

Syaiful Gimbal, Budidaya Jamur Kuping di Kaki Gunung Lawu

redaksi

Wakapolri Buka Rakernis Baharkam Polri Tahun 2020

redaksi
Open

Close