Air tak Mengalir, Kotor dan Bau
PONOROGO, PETISI.CO – Kondisi Pasar Bungkal ternyata masih belum maksimal fasilitasnya, meski pada tahun 2017 dibangun dari dana APBN senilai Rp 5,2 M, proyek pembanguna revitalisasi Pasar Bungkal yang dikerjakan oleh rekanan CV Fanindo Karya Sejahtera, asal Ponorogo, ternyata banyak dikeluhkan pedagang dan masyarakat.
Kendati proyek Pasar Bungkal pada 29 Desember 2017 lalu sudah Tahap P1, ternyata beberapa fasilitas yang di di dalam pasar belum berjalan maksimal dan masih dikeluhkan pedagang dan warga.
Misal saja kran air yang dipasang di setiap bedak dalam gedung pasar, ternyata tidak berfungsi. Air tidak mengalir sama sekali, sehingga bagi pedagang yang usai berjualan akan membersihkan bedak, tidak bias, karena air tidak mengalir.
Padahal, dalam bangunan pasar itu ada 35 unit kios dan 198 bedak, dan masing-masing bedak ada kran air guna membersihkan sampah bekas jualan.
“Airnya tidak mengalir mas, mboh apa eman atau bagaiman kok sama sekali belum ngalir, ini saya bawa air sendiri untuk bersihkan bedak,” kata salah satu pedagang daging, Jum’at (27/7/2018).
Hal senada juga disampaikan penjual jajan siap saji, juga mengeluh karena pasar bau dan air tidak mengalir, bahkan dalam toilet kumuh dan bau.
“Walah mas, pasar bagus, tapi bau dan jorok, kalau masuk toiletnya masyaalloh bau dan air dari sejak awal dibangun tidak ngalir,” kata Bu Tri.
Santoso juga menyayangkan kondisi pasar yang baru dibangun dengan nilai Rp 5,2 M tersebut. Pasalnya selain kran tak berfungsi, juga tutup cor pada drainase jebol juga dibiarkan di timur gedung.
“Mosok bangunan baru sudah jemblong, sudah jemblong tidak diperbaiki, malah jadi tempat sampah, ini nanti kalau hujan air akan masuk pasar,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdakum Kabupaten Ponorogo, Adien Andanawarih ketika dikonfirnasi terkait kran air tidak beefungsi dan jebolnya tutup drainase, serta beberapa keramik pecah, pihaknya mengarahkan wartawan agar ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Biar dijawab PPK saja Mas, saya ada rapat,” jawabnya melalui pesan WA.
PPK proyek Revitalisasi Pasar Bungkal, Okta Setiayanto ketika dikonfirmasi, pihaknya akan menindaklanjuti adanya keluhan pedagang dan warga terkait kondisi pasar usai tahap P1.
“Ya mas, untuk kran saat P1 sudah dicek dan berfungsi atau mungkin belum isi tandon airnya? Kemungkinan tandon air belum diisi, tapi yang pasti kran sudah fungsi saat P1 dulu,” terang Okta.
Masih menurut Okta, terkait tutup saluran yang jebol dan keramik pecah, sudah dikoordinasikan dengan pihak CV. Fanindo Karya Sejahtera.
“Untuk saluran yang jebol sudah saya surati dan penyedia bersedia untuk perbaiki, tapi maaf saya belum sempat cek ke lokasi. Dan saya koordinasikan dulu ke Kabidnya, sebab itu juga terkait biaya operasional pasar dan terima kasih infonya Terkait hal itu, saya tanyakan lagi ke kontraktornya,” pungkas Okta.(mal)








