Diguyur Hujan Deras, Terminal Angkot Benowo Tenggelam

oleh -306 Dilihat
oleh
Kondisi Terminal Angkot Benowo

SURABAYA, PETISI.CO – Hujan deras yang mengguyur Senin (5/2/2024) malam, membuat kawasan Surabaya barat beberapa wilayah di Kec. Pakal, di antaranya, jalan raya, pemukiman penduduk dan kantor pemerintahan serta fasilitas umum terendam banjir.

Salah satu fasilitas umum yang terendam yaitu Terminal Angkot Benowo. Mirisnya, sudah dua hari sejak hujan deras pada Senin malam hingga Rabu pagi lokasi/area terminal angkot Benowo masih terendam.

Selain itu, hampir seluruh jalan di wilayah Pakal juga terendam pada kejadian tersebut, pantauan petisi.co, banjir merendam beberapa lokasi di wilayah Kec. Pakal, di antaranya, jalan masuk perumahan PBI, Jalan Raya Raci hingga Jalan Raya Benowo, Pasar Tradisional Benowo, pemukiman padat penduduk dan juga terminal angkot Benowo.

Sementara genangan terjadi di area terminal, yaitu berada di lokasi tempat penurunan/naiknya penumpang dan area parkir angkutan (lyn), serta tempat keberangkatan masih tergenang air hingga pukul 13.00 WIB dan kedalaman mencapai sekitar 20 cm.

Ditemui di kantornya, Kepala Unit Terminal Angkot Benowo, Hartono, meminta maaf kepada para calon penumpang dan pengunjung terminal. Karena derasnya hujan pada Senin lalu, sehingga terjadi banjir di area terminal dan mengganggu para penumpang.

“Mulai malam hari Senin lalu memang sudah terjadi genangan di area terminal angkot ini, ditambah lagi hujan tadi malam, Selasa (6/2/2024), sehingga air baru surut dan berkurang pagi ini,” ucapnya, Rabu (7/2/2024).

Aktivitas di terminal, lanjut Hartono, hari Senin malam hingga Selasa kemarin berhenti total. Karena genangan air hujan belum surut dan tinggi, sehingga lyn angkot dan penumpang tidak ada yang datang ke terminal.

“Armada angkutan seperti lyn ndak ada yang masuk ke terminal, kemarin tidak ada yang operasional. Bahkan Feeder Feeder ini mangkalnya di depan Polsek Pakal dan alhamdulillah ini tadi air mulai surut, angkutan Feeder baru bisa masuk tadi pukul 13.00 WIB dan yang pertama keluar,” ungkap Kepala Unit Terminal Benowo.

Hartono menjelaskan, untuk genangan air di terminal Benowo tersebut sudah ditemukan titik permasalahannya, setelah dilakukan investigasi bersama Bangtib Kecamatan Pakal, Babinsa dan petugas Kelurahan Benowo.

“Titik permasalahannya air belum surut ini sudah kita temukan tadi bersama Bangtib Pakal, Babinsa dan Staf Kel. Benowo, yaitu ada kebuntuan di saluran dan sudah kita buka tadi bak kontrolnya sehingga mudah mudahan berangsur surut airnya,” ucapnya.

Menurutnya, selama dirinya menjabat Kepala Unit di Terminal Angkot Benowo baru kali ini mengalami genangan air cukup tinggi mencapai 80 centimeter.

“Dulu kalau ndak salah pernah tahun 2019 juga banjir tapi ndak seberapa dalam, dan genangan air hujan cepat surut dan aktifitas tetap jalan. Kemaren genangan cukup dalam mencapai 80 cm, sehingga aktifitas dua hari sempat berhenti,” ungkap Kepala Unit Terminal Benowo.

Harapannya, tambah Hartono, kejadian ini mudah mudahan yang pertama dan yang terakhir. Sehingga aktifitas di area Terminal Benowo ini tetap jalan, untuk armada bisa tetap beroperasi.

“Alhamdulillah, untuk sopir sopir tetap sabar ndak ada keluhan, dan semoga pengajuan saya mulai tahun 2020 lalu tentang rehab Saluran air/Sanitasi di terminal Benowo segera terealisasi,” harap laki laki paruhbaya ini.

Pantauan di lokasi, Kepala Unit Terminal Benowo Hartono, beserta seluruh anggotanya mulai melakukan upaya pembersihan bekas genangan. Dimana bekas genangan menyisakan tanah dan lumpur, sehingga harus di semprot dengan air bersih agar hilang, karena lumpur tersebut sangat licin dan berbahaya terhadap masyarakat yang datang ke terminal Benowo. (bah)

No More Posts Available.

No more pages to load.