Dikabarkan Terpapar Covid-19, Hasil Test Swab Gus Ipul Negatif

oleh
Gus Ipul saat diwawancarai wartawan.

SURABAYA, PETISI.CO – Setelah dikabarkan terpapar virus Corona (Covid-19), mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kondisi membaik. Dia mengaku sudah menjalani test swab dan hasilnya negatif.

“Saya sendiri sudah melakukan test swab sore kemarin. Alhamdulillah hasilnya telah keluar dan dinyatakan negatif. Terima kasih ya atas doanya,” katanya dalam klarifikasinya kepada petisi.co, Senin (24/11/2020) malam.

Namun, pria yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Pasuruan tersebut mengaku sedang melakukan isolasi mandiri di Pasuruan. Gus Ipul berharap agar keluarganya bisa melewati masa-masa sulit.

“Covid-19 bisa menimpa siapa saja, kapanpun dan dimanapun. Bagi yang sudah terpapar saya doakan agar segera bisa sembuh. Mari kita jaga kesehatan agar terhindar dari musibah ini,” tuturnya.

Gus Ipul juga mengingatkan agar tidak lupa selalu mengikuti anjuran pemerintah agar menetapkan protokol kesehatan. “Saya mendoakan semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucapnya.

Terkait kondisi istrinya, Ummu Fatma, Gus Ipul meminta doa dan dukungan masyarakat agar istrinya, Ummu Fatma, segera sembuh dari Covid-19.

“Terima kasih atensi yang begitu besar dari masyarakat luas atas dirawatnya istri saya, Fatma Saifullah Yusuf, yang terpapar Covid-19 dan kini sedang menjalani perawatan intensif di RSU Dr Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Di aplikasi WhatsApp beredar luas tulisan yang disebut dari istri Gus Ipul dan menuliskan kondisi keluarganya. Dalam tulisannya, wanita berusia 53 tahun tersebut mengaku merasakan gejala setelah pulang dari Jakarta ke Surabaya.

Saat itu, sekeluarga menemani kakak sedang kritis karena sakit kanker payudara stadium 4 pada 8 November 2020. Dua hari kemudian, kakaknya meninggal dunia dan setelah pemakaman banyak tamu, termasuk tahlil di kampung.

Pastinya, mulai ada tamu yang datang dan juga tahlilan orang kampung (tetangga masjid), karena teman kakak juga banyak banget, ternyata ada para tamu yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Akhirnya tidak disadari merambat ke kami, ya begitulah kira-kira. Mohon doanya sahabat-sahabat tersayang. Kami masih melewati masa kritis dan harus dilawan supaya imun naik,” tambahnya.

Ia kembali ke Surabaya pada Jumat (12/11) lalu dirawat di Graha Amerta pada Selasa (17/11) selama dua malam. Kemudian, Jumat (20/11) pindah ke RSUD dr Soetomo.

“Terima kasih ya ini yang bisa saya ceritakan dengan tidur tengkurap berjam-jam mungkin sebagai salah satu cara untuk memperbaiki sistem pernafasan (sesak luar biasa),” tulis dia.

Dia jadi tambah semangat sembuh jika diiringi dengan doa ikhlas sahabat-sahabat semua. “Mohon gerakan batin bersama untuk kami sekeluarga ya. Saya ikhlas terpilih oleh Allah SWT, butuh kesabaran luar biasa dan menjadikan sakit ini sebagai anugerah, dan tetap disyukuri,” tambahnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.