PETISI.CO
Gubernur Khofifah menyematkan tanda pengangkatan Wali Kota Surabaya kepada Whisnu Sakti Buana.
PEMERINTAHAN

Dilantik Gubernur Khofifah, Whisnu Sakti Buana Resmi Jabat Wali Kota Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Kota Surabaya memiliki Wali Kota baru, setelah Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana secara resmi dilantik menjadi Wali Kota sisa masa jabatan 2016-2021 oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (11/2/2021).

“Selamat kepada Wali Kota Surabaya, Bapak Whisnu Sakti Buana menjalankan tugas ini,” kata Khofifah saat sambutan pada pengambilan sumpah jabatan sekaligus Pelantikan Wakil Wali Kota Surabaya menjadi Wali Kota Surabaya sisa masa periode 2016-2021.

Menurutnya, sejak menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota pada 24 Desember 2020, Whisnu Sakti sudah melakukan banyak hal. Salah satunya adalah bersinergi dan bersama-sama berupaya melakukan pengendalian Covid-19.

Baca Juga :  BKPSDM Pemkot Batu Berikan Pembekalan Persiapan Purna Tugas

“Kinerja beliau sejak saat masih masa PPKM, dan sekarang PPMK Mikro. Di sisi lain, Pak Wali Kota juga memiliki tugas berseiring membangun ekonomi di Surabaya, terlebih investasi di Jatim yang PMA-nya tinggi adalah Surabaya,” ujar Khofifah.

Sebelumnya, Whisnu Sakti Buana ditunjuk oleh Khofifah sebagai Plt Wali Kota Surabaya tepat setelah Tri Rismaharini dipercaya sebagai Menteri Sosial RI. “Saya berharap di sisa masa periode ke depan, tugas bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya, dan seluruh kinerja maupun produktivitas Pemkot surabaya bisa dijaga serta semakin ditingkatkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Disiplin Prokes Covid-19 Seiring Pemulihan Ekonomi

Whisnu Sakti Buana akan menjabat sebagai orang nomor satu di Pemkot Surabaya selama tujuh hari karena masa jabatan berakhir 17 Pebruari 2021. Dia berkomitmen menjalankan amanah seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah.

Targetnya, menjadikan “Kota Pahlawan” menjadi zona kuning (risiko rendah), bahkan zona hijau (tak berisiko) untuk kasus penularan Covid-19. “Kami juga berkomitmen untuk menjadikan di masa PPMK Mikro ini sebagai momentum membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya di tingkat UMKM,” ucapnya.

“Pada kondisi PPMK Mikro ini, UMKM harus bergerak. Kampung-kampung tangguh di Surabaya harus memberdayakan pedagang, terutama di mikro kecil dan menengah di sana,” tambah WS, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Di Musrenbang, Gubernur Khofifah: Penanganan Covid-19 Perlu Perhatian Serius

Turut menyaksikan proses pelantikan adalah Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov setempat.

Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono, Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum dan beberapa pejabat Forkopimda setempat.

Pelaksanaan proses pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan menerapkan protokol kesehatan ketat. Tamu undangan yang hadir juga dibatasi jumlahnya. (bm)

terkait

Pemkab Bondowoso Rutin Gelar Pasar Tani

redaksi

Atasi Limbah B3, Gubernur Khofifah Harap PPLI Lamongan Segera Terealisasi

redaksi

Kabupaten Sinjai Bentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19

redaksi