Dilaporkan Diculik, Bocah SD Ditemukan di Bawah Pohon Karet

oleh
Ragil digendong petugas setelah ditemukan petugas dibantu masyarakat.

SIJUNJUNG, PETISI.CO –  Setelah seharian menghilang, Ragil (10), siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23 Kamang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ditemukan di bawah pohon di perkebunan karet yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari sekolah dimana Ragil belajar Rabu (22/3/2017).

Informasi yang didapat, kejadian tersebut saat jam istirahat sekolah sekira pukul 10.00.  Bersama tiga kawannya, Ragil bermain kelereng di kebun belakang sekolah. Namun sesaat setelah semua murid memasuki kelas, Ragil tak terlihat.

“Ketika saya tanya, kemana Ragil? rekannya yang saat itu bermain bersama mengatakan kalau  Ragil masih ke kamar mandi,” ungkap Rubika kepada petisi.co.

Masih kata Rubika, karena tak kunjung datang (masuk kelas,red), Rubika menyuruh salah satu dari tiga rekan bermainnya untuk menjemput. Namun hingga jam pulang putra dari Afriani Siska ini tak kunjung kembali.,

Tak ayal, perihal tersebut membuat kerisauan pihak sekolah. Utamanya Kepala Sekolah Jamaris SPd serta orang tua  Ragil Afriani Siska ( 29) yang sedang menjemput.

“Setiap pulang sekolah saya yang menjemputnya, tapi mulai istirahat sampai pulang kata pihak sekolah, ini Ragil tak diketahui keberadaanya, ” tukas Afriani diikuti isak tangis.

Terobsesi dengan kabar maraknya kasus penculikan yang kali ini marak di medsos, Jumaris bersama orang tua melaporkan kejadian ke pihak UPTD setempat, yang diteruskan ke Mapolsek Kamang Baru.

“Takut hal yang tak diinginkan, kami melaporkan kejadian ini ke pihak atasan, dan melanjutkan ke polisi, ” kata Jumaris.

Mendapat laporan, Kapolsek Kamang Baru AKP Lazuardi beserta jajarannya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan melakukan penyelidikan serta melakukan pencarian dengan menyisir lokasi sekolah dan sekitar sekolah yang kondisinya didekat kebun sawit dan kebun karet itu.

“Saya berharap kepada orang tua untuk tenang dan selalu berdoa agar Ragil ditemukan, kita masih belum bisa mengatakan ini penculikan, kita masih terus melakukan penyisiran, ” ujarnya.

Tak dapat dipungkiri, kejadian ini menjadi perhatian masyarakat setempat, yang akhirnya bersama polisi mereka turut membantu melakukan pencarian.

Setelah lima jam melakukan penyisiran di sekitar sekolah tak kunjung ditemukan, petugas Mapolsek bersama masyarakat memperluas pencarian. Alhasil keyakinan Lazuardi kalau Ragil tidak diculik terbukti. Sekira pukul 17.04 wib petang, Ragil ditemukan oleh warga di perkebunan karet yang posisinya berjarak sekitar 500 meter dari sekolah dengan kondisi duduk.

Pen (39) warga setempat yang menemukan awal keberadaan Ragil mengatakan, anak yang masih berumuran 10 tahunan ini, ditemukan di bawah pohon dengan kondisi duduk dan terlihat pandangannya kosong.

“Saat itu Ragil ditemukan lagi duduk dibawah pohon karet, dengan kondisi memandang keatas, dan nampak pandangannya kosong,” ujarnya.

Tak menunggu lama setelah melakukan evakuasi kepala sekolah, Kapolsek, wali nagari yang juga turut memimpin pencarian dan tokoh masyarakat batang kering, langsung menyerahkan kepada orang tua korban yang seharian tak pulang ke rumah ikut melakukan pencarian.(gus)

No More Posts Available.

No more pages to load.