Lamongan, petisi.co – Rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kabupaten Lamongan untuk meresmikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukannya disambut sorak-sorai. Alih-alih menyasar pelosok yang membutuhkan perhatian, agenda peresmian ini justru dipusatkan di jantung kota, sebuah langkah yang dinilai warganet sebagai upaya “cari aman” dan sekadar formalitas belaka.
Warganet menuding pemerintah daerah seolah-olah ingin menutupi borok infrastruktur di wilayah pinggiran dengan menyuguhkan “pemandangan indah” di pusat kota.
“Ya terang saja, karena akan ada Presiden datang jalannya baru dibangun. Coba yang diresmikan itu di desa-desa, pasti malu karena jalan rusak dan masih banyak gerai KDKMP belum terbangun,” gerutu salah seorang warga yang viral di jagat maya.
Presiden RI direncanakan akan meresmikan KDKMP di Kelurahan Sukorejo, tepatnya di kawasan PKL, Jalan Andansari. Lokasi ini dikenal sebagai wilayah dengan infrastruktur yang sudah mapan dan akses jalan yang mulus.
Menanggapi banyaknya kritikan publik, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Lamongan melalui sekretaris BMCKTP Siti Yulkha, menjelaskan jika pembangunan jalan di kota Lamongan tidak ada kaitannya dengan rencana kedatangan Presiden RI. Sebab sudah direncanakan dan dianggarkan melalui APBD tahun 2026.
” Ndak pak, (pembangunan) dipercepat untuk memudahkan masyarakat dalam beraktifitas, mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ” terang Yulkha, melalui pesan WA, Minggu (19/4/2026).
Kritik publik bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 474 KDKMP yang sudah berbadan hukum di Kabupaten Lamongan.
Dandim 0812 Lamongan Letkol. Inf.Deny Suryo Anggo Digdo saat mendampingi kunjungan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Sardin beberapa waktu lalu melaporkan baru sekitar 135 gerai yang berhasil berdiri fisik 100 persen,—termasuk gerai di Kelurahan Sukorejo yang akan dikunjungi RI-1.
Sisanya? Ratusan desa lainnya masih terjebak dalam sengkarut masalah. Mulai ketiadaan Lahan karena kesulitan mencari lahan dengan luas sesuai standar.
Akses yang terisolasi sebab lahan potensial yang ada tidak memiliki akses jalan memadai, hingga kendala finansial karena tingginya biaya pengurukan lahan yang mayoritas masih berupa sawah atau tambak yang dibebankan kepada Pemerintah Desa.
Publik berharap Presiden Prabowo bersedia “blusukan” ke pelosok desa untuk melihat langsung betapa kontrasnya fasilitas KDKMP di kota dengan realita di lapangan.
Fenomena perbaikan jalan yang masif—mulai dari pengaspalan hingga pengecoran—di sejumlah ruas jalan kota Lamongan secara bersamaan menjelang kunjungan Presiden, kian memperkuat kecurigaan warga terkait proyek instan demi kesan baik.
Esensi KDKMP yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa kini dipertanyakan urgensinya jika seremonialnya hanya menyentuh wilayah yang sudah maju.
Akankah Presiden Prabowo hanya akan disuguhi laporan manis di atas aspal mulus Jalan Andansari, atau berani menengok sisa 359 desa yang gerainya bahkan belum menancapkan tiang pondasi.
“Apakah kunjungan ini akan membawa solusi bagi kendala di pelosok, atau sekadar menjadi panggung foto bagi para pejabat daerah, kritik salah satu pemilik akun yang komentar di medsos yang menginformasikan rencanak kedatangan Presiden RI. (yus)





