PETISI.CO
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Evaluasi Kader TBC
LAMA-Daerah

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Evaluasi Kader TBC

BLITAR, PETISI.COPemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah membentuk Kader Tuberculosis (TB) di lima kecamatan. Setelah bekerja selama satu semester, Dinkes melakukan evaluasi terhadap kader TB tersebut, di gedung Perdana Kabupaten Blitar.

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah kader yang dibentuk ini sudah bekerja secara maksimal atau belum.

“Tahun ini pencapaian penemuan TB positif masih sangat rendah, sehingga kami perlu mengevaluasi kader TB dalam menjalankan tugasnya selama satu semester,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar Krisna Yekti, Senin (15/10/2018).

Krisna Yekti mengaku, bahwa dalam pekerjaan tersebut, hasilnya ada yang bagus dan ada yang sangat kurang. Untuk itu pihaknya perlu menginformasikan kepada kader TB ini supaya lebih meningkatkan pekerjaannya.

“Kedepan paling tidak satu bulan masing-masing kader TB ini bisa mengirimkan 6 suspect TB yang ada,” jelas Krisna.

Menurut Krisna Yekti, untuk saat ini masih mempunyai kader 100 orang yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Ponggok, Bacem, Sanankulon, Kademangan, dan Talun.

Rencananya, kedepan pihaknya juga akan membentuk kader dikecamatan lain. “Kalau hasil evaluasi ini bisa dijadikan kader yang bisa memberikan hasil penemuan TB positif lebih banyak, maka akan dikembangkan dimasing-masing kecamatan,” tandas Krisna Yekti.

Lebih lanjut Krisna menegaskan, bahwa keberadaan kader ini sangat penting, karena banyak memberikan bantuan ke Dinas Kesehatan, terutama untuk pendampingan penderita TB,  penemuan TB, maupun informasi-informasi balita yang harus mendapat imunisasi TB.

“Kita menghimbau kepada masyarakat, siapapun yang batuk lebih dari 2 minggu supaya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Ini tentu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tandas Krisna Yekti.

Krisna menambahkan, pada evaluasi kader TB ini, pihaknya juga mendatangkan 2 narasumber. Narasumber ini merupakan orang yang pernah terkena TB MDR atau jenis TB yang susah diobati, namun mereka sudah sembuh dan saat ini menjadi motivator.

Untuk diketahui, Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi terutama paru-paru yang disebabkan oleh kuman TB. Saat penderita TB akut batuk dan semacamnya, kuman TB tersebar lalu terhirup secara langsung oleh orang-orang di sekitarnya hingga dapat mengakibatkan infeksi. Tetapi, meskipun terinfeksi TB, tidak selalu akan menjadi sakit. (min)

terkait

Wabup Mojokerto Minta Para Kades Netral di Tahun Politik

redaksi

Pemerintah Kota Batu Dukung Gerak Jalan Tahes PGRI

redaksi

Kodim 0815/ Mojokerto Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa Sumenep

redaksi