Dinas Pendidikan Jombang Peringati Hari Kartini dan Isro’ Mi’roj

oleh
Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Nora Budi Nugroho

JOMBANG, PETISI.CODinas Pendidikan Kabupaten Jombang memperingati Hari Kartini dan Isro’ Mi’roj diikuti oleh karyawan dan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Serta mendoakan anak-anak dalam menghadapi UNBK SMP, Jumat (20/4/2018)

Acara peringatan Hari Kartini dilanjutkan di Aula 1 Dinas Pendidikan Jombang yang dengan tema ” Kartini Jaman Now, Cantik, Sukses dan Mandiri”. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Dihadiri sekitar 185 orang dari perwakilan UPTD, TK, SD dan SMP se Kabupaten Jombang.

Peserta yang mengikuti peringatan Hari Kartini

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Nora Budi Nugroho menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu Dharma Wanita yang hadir. Semua memakai kebaya nasional dan kelihatan cantik. Kartini jaman now harus bisa tampil cantik dan sukses.

Lanjut Nora, Kartini modern itu perempuan yang mampu menunjukkan kecantikannya dari dalam maupun dari luar dan berpikir positif. Dari luar wajah yang cantik kalau dari dalam merupakan dari hati. Sudah cantik mandiri dan sukses.

“Perempuan itu makhluk yang paling indah. Mari kita bersama sama mempercantik diri untuk diri kita dan suami. Kita sebagai istri harus bisa membantu suami dalam hal pekerjaan maupun di rumah. Istri itu kesuksesan dari suami,” tutur Nora.

Kegiatan merias diri yang diajarkan oleh mbak Riska Salon diikuti oleh semua undangan yang hadir menjadi rangkaian peringatan hari Kartini dan Isro’ Mi’roj tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho MSi ketika dikonfirmasi petisi.co mengatakan, kita wajib hukumnya menghormati jasa pahlawan karena hanya bangsa yang besar mau menghormati jasa pahlawannya. Apalagi di era gender mainstream ini kita hormati kaum perempuan untuk setara dengan laki laki.

“Apalagi kita di jajaran pendidikan harus memberi contoh jajaran dan para anak didik untuk memupuk jiwa kebangsaan sebagai upaya penguatan pendidikan karakternya,” kata Budi. (rahma)