Dinas Pertanian Jombang Gelar Tanam Perdana Tembakau

oleh
Para Gapoktan menerima bantuan pupuk dan alat pertanian secara simbolis

JOMBANG, PETISI.CO – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang gelar Tanam Perdana Tembakau Tahun 2018 bersama Pjs Bupati Jombang dan Forkopimda. Dihadiri Asisten II dan III, Forpimcam, HKTI, KTNA, pimpinan perusahaan tembakau, perwakilan perusahaan pupuk dari Semarang, petugas dan penyuluh se wilayah utara brantas dan undangan yang hadir. Bertempat di lahan pertanian Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Rabu (9/5/2018)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Hadi Purwantoro dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini tahun ke 2 tanam perdana tembakau yang diselenggarakan Dinas Pertanian. Tahun 2017 dilaksanakan di Desa Bendungan, Kecamatan Kudu. “Tujuannya untuk meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan petani serta stakeholdernya. Semoga melalui kegiatan ini menambah para pelaku pengusaha tembakau di Jombang, kata Hadi.

Pjs Bupati Jombang bersama Forkopimda tanam perdana tembakau

Lanjut Hadi Purwantoro, tahun 2017 tanaman tembakau seluas 5.147 hektar di enam kecamatan yakni Kabuh seluas 375 Ha, Kudu 645 Ha, Ploso 1.530 Ha, Plandaan 350 Ha, Ngusikan 350 Ha, dan Bareng 15 Ha. Dan Hasil produksi tembakau basah sejumlah 57.900 ton atau rata-rata 11,75 ton/ hektar. “Untuk tahun 2018 target menanam tembakau seluas 5.292 hektar naik 145 Ha dari tahun 2017. Target produksi 65.500 ton tembakau basah, jelasnya.

Hadi menambahkan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tembakau, pemerintah memberi bantuan pada petani pupuk NPK dan KNO3 sejumlah 22.500 kg, alat rajang tembakau 30 unit, pisau rajang 35 unit, terpal 45 lembar, timbangan duduk 20 unit, cultivator 10 unit, handsprayer elektrik 90 unit dan pompa air 70 unit.

Pjs Bupati Jombang Setiajit menyampaikam kemakmuran petani tembakau di Kabupaten Jombang segera terlihat. Karena musim panen tembakau tahun ini akan mengalami peningkatan. Peningkatan hasil panen, berawal dari cara pembibitan tembakau sampai cara menanam dilakukan dengan benar.

“Pertanian di Kabupaten Jombang, terutama Kecamatan utara Brantas musim penghujan sawah banyak ditanami tanamam padi. Menghadapi musim kemarau para Petani tanam tembakau, selain disisipi tanaman jagung, garbis dan semangka,” jelasnya.

Selanjutnya Setiajit mengatakan dalam musim tanam tembakau tahun ini mendapatkan panen yang luar biasa. Selain tanam bibit manilo, jinten, bibit rejeb, petani kalau setiap panen menghasilkan tembakau kering rajang mencapai 400 kg/ hektar. Kalau di jual per kg seharga Rp. 12.000,- maka hasilnya Rp. 48 juta dipotong produksi sebesar Rp. 15 juta. Karena petani memiliki keahlian dalam menanam tembakau, kapan harus menanam dan kapan harus panen pohon tembakau, mereka sudah punya keahlian khusus.

“Petani dalam bercocok tanam menggunakan bibit apa saja kalau cara pengolahan benar pasti hasilnya bagus dan meningkat,” katanya.

Setiajit menambahkan, pemerintah daerah dalam meringankan petani dengan cara memberikan bantuan pupuk untuk tembakau. Karena negara Indonesia sangat peduli pada petani. Maka dari itu negara hadir di bidang pertanian.

Mengenai alat elsintan pertanian diperlukan untuk memproses tembakau. Semoga dalam pengolahan tembakau cuaca tetap  panas. Sehingga hasil panennya bagus dan berlimpah. Dengan begitu harga tidak akan turun. Melainkan meningkat drastis.

“Cara menjual tembakau tidak dengan cara bersamaan melalui BUMD. Akan tetapi ada perusahaan Sampoerna dan perusahaan Bentoel. Meskipun demikian diharapkan pada saat panen raya, harganya jangan sampai diturunkan,” pungkasnya. (rahma)