Dinsos Kabupaten Magetan Salurkan Bantuan JPS Tahap ke 2 dari Provinsi Jatim Bagi 929 KPM

oleh -229 Dilihat
oleh
Bupati Magetan menyerahkan bantuan secara simbolis.
-->

MAGETAN, PETISI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyaluran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Provinsi Jawa Timur Tahap ke-2. Bantuan sebesar Rp 200.000 diserahkan kepada 929 Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) yang berprofesi sebagai Juru parkir (Jukir), jasa angkutan umum seperti sopir dan tukang ojek.

Penerima bantuan berdasar data yang dikirim oleh Dinas Perhubungan (Dishub) di delapan belas Kecamatan se Kabupaten Magetan yang terdampak Covid-19. Bantuan diserahkan di empat lokasi kecamatan yang pelaksanaanya mengikuti Protokol Kesehatan yakni Kecamatan Magetan, Kecamatan Panekan, Kecamatan Plaosan serta Kecamatan Maospati, Sabtu (04/07/2020).

Dalam penyerahan bantuan di Kecamatan Magetan hadir Bupati Magetan, Suprawoto yang menyerahkan secara simbolis kepada warga penerima bersama Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Magetan, Yayuk Sri Rahayu. SE, Camat Magetan, Tri Admadi S. Sos serta Pimpinan Cabang Bank Jatim Magetan, Putu Harry Sasmita.

Dalam sambutanya Bupati Magetan, Suprawoto menyampaikan agar bantuan ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya jangan melihat nilainya tetapi ini suatu bentuk perhatian dari Pemprov Jatim dan meminta agar warga masyarakat ikut mengkapanyekan program mencegah penyebaran Covid-19 yakni dengan  benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Sebab kondisi saat ini belum zona hijau masih terdapat penambahan pasien yang positif Covid-19.

“Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 adalah dengan kedisiplinan protokol kesehatan seperti membiasakan cuci tanggan di air yang mengalir, memakai masker ketika keluar rumah, sedia hand sanitizer, hindari kerumunan, jaga jarak (physichal distanching), menjaga tubuh dengan membiasakan hidup bersih dan sehat dan makan yang bergizi dengan cara seperti itu. Saya yakin pasti bias,” terang Bupati.

Bupati menambahkan kita tidak boleh hanya fokus pada kesehatan dengan mengabaikan ekonomi tetapi kita juga tidak boleh berfokus pada ekonomi tetapi mengabaikan kesehatan. “Agar kedua-duanya bisa berjalan yakni dengan cara sadar diri dengan disiplin patuh protokol kesehatan. Sehingga bisa hidup normal lagi seperti sedia kala,” imbuhnya. (pgh)

No More Posts Available.

No more pages to load.