Petisi
Gubernur Khofifah sambutan di acara pembukaan Konferensi International Zhenghe ke 5.
PERISTIWA

Disaksikan Gubernur Khofifah, Zhenghe Internastional Peace Forum Beri Penghargaan Gus Dur

SURABAYA, PETISI.CO – Dinilai memiliki jasa besar terhadap masalah perdamaian dan keberagaman di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya, Presiden RI keempat (Alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima penghargaan dari Zhenghe Internastional Peace Forum.

Penghargaan tersebut disampaikan langsung Chairperson Zhenghe Internastional Peace Forum kepada Ibu Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid selaku istri Gus Dur bersamaan dengan pembukaan Konferensi International Zhenghe ke 5 di JX International Jalan A Yani Surabaya, Senin (15/7/2019) malam.

“Kita bersyukur Konferensi Internasional Zhenghe ke 5 di tempatkan di Surabaya. Apalagi Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid juga diberi Zhenghe Peace Award. Ini juga berkat peran PITI dan yayasan Haji Mohammad Cheng Ho yang ada di Jatim,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai membuka secara resmi Konferensi International Zhenghe ke 5.

Menurutnya, Alm Gus Dur sudah meninggalkan kita 10 tahun lalu. Namun jejak perjuangan, pemikiran yang sudah beliau dedikasikan untuk bangsa, negara dan umat di dunia tidak pernah lekang oleh waktu.

“Kita juga selalu diingatkan betapa pentingnya sebuah perdamaian, persaudaraan dan penghormatan atas seluruh harkat dan martabat kemanusiaan. Mudah-mudahan kita semua bisa mengikuti jejak beliau,” ujarnya.

Pesan terpenting dari penyelenggaraan Zhenghe International Peace Forum, lanjut Khofifah, adalah bagaimana membangun pemikiran konstruktif untuk senantiasa saling memahami satu elemen dengan elemen yang lain, satu budaya dengan budaya yang lain, satu kekuatan dengan kekuatan yang lain, satu entitas dengan entitas yang lain maupun satu bangsa dengan bangsa yang lain dalam satu suasana yang penuh penghormatan diantara yang satu dengan yang lain.

“Kami berharap perspektif tentang Tionghoa itu akan terbangun lebih luas dan terbangun lebih cerah. Menurut saya ada komunitas muslim dari 12 negara hadir dan mereka ingin membangun perspektif bagaimana sebetulnya kita yang satu dengan yang lain bisa saling membangun suasana damai dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan di muka bumi,” jelasnya.

Konferensi International Zhenghe ke 5 akan dilangsungkan di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini sangat bergengsi dan bertaraf international. Pusat Zhenghe International Peace Forum pusatnya berada di Washington DC.

Forum ini didirikan oleh peneliti dari Amerika Serikat, Tiongkot, Malaysia dan Uni Emirat Arab serta ulama dunia yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang Islam dan mempererat komunikasi yang harmonis diantara masyarakat dunia Tionghoa dan masyarakat muslim.

Konferensi International Zhenghe ke 5, akan menghadirkan 10 narasumber dari luar negeri yang berasal dari empat negara, yakni Tiongkok, Malaysia, Taiwan dan Amerika Serikat. Kemudian tamu negara berjumlah 15 orang berasal dari Tiongkok dan Malaysia.

Sedangkan pembicara dari dalam negeri sebanyak 33 orang. Dengan demikian, total peserta Konferensi International Zhenghe ke 5 adalah sebanyak 58 peserta.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi signifikan kepada dunia, terutama dalam hal perbaikan relasi saling memahami antar komunitas muslin dengan komunitas non muslim khususnya di Indonesia dan Tiongkok,” kata ketua panitia Konferensi International Zhenghe ke 5, Prof Masdar Hilmi. (bm)

terkait

Risma Getol Bersih-bersih, Malah Ada Tumpukan Sampah di Kampung Malang

redaksi

Pelantikan dan Deklarasi DPD Gerakan Indonesia Anti Narkoba Malang Raya

redaksi

Polres Jember Gelar Baksos Bagikan200 Paket Sembako di Desa Karangharjo

redaksi