PETISI.CO
Gubernur Khofifah memberikan semangat kepada peserta tes CPNS.
PEMERINTAHAN

Disidak Gubernur, 475 Orang Mundur dari Tes CPNS

SURABAYA, PETISI.CO – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sidak pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov Jatim di Graha Unesa, Surabaya, Senin (10/2/2020). Jumlah peserta yang mengikuti SKD CPNS sebanyak 4.800 orang.

Saat disidak gubernur, diketahui sebanyak 4.325 peserta yang datang ke lokasi tes dan tepat waktu. Sementara, 475 di antaranya mundur pada hari kedua tes CPNS, karena tidak hadir. Seleksi CPNS sendiri sudah berlangsung sejak Sabtu (8/2/2020).

“Yang lolos administratif ada 54.600 peserta. Ada juga yang tidak lolos administratif. Yang tak lolos, jangan berkecil hati,” kata Gubernur Khofifah kepada wartawan di sela sidak.

Pemprov Jatim, menurutnya, punya kesempatan untuk mengajak seluruh peserta CPNS mengisi 1.817 posisi yang sesuai dengan ruang dibuka oleh BKN Jatim. Dari jumlah tersebut, ada 36 posisi untuk difabel dan 36 untuk cumlaude.

Ribuan peserta siap mengitu tes CPNS di Graha Unesa, Senin pagi.

Untuk difabel yang mendaftar 47. Sedangkan cumlaude sebanyak 260 peserta. “Sisanya, untuk umum. Jadi, ada 2.600 yang tidak lolos dari 54.600 yang lolos administratif,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Nurcholis menambahkan peserta difabel yang mengikuti tes CPNS. Mereka ada yang tunanetra dan tunagrahita.

“Mereka ikut tes sisi umum. Kemungkinan bisa diterima cukup besar, karena yang mendaftar hanya 47 dan yang diterima 36 orang,” ungkapnya.

Kabid Perencanaan dan Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Hasyim Asyari menuturkan, selama dua hari pelaksanaan SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT) berlangsung lancar. Tidak ada gangguan teknis selama tes dilaksanakan.

Namun, pihaknya tidak menampik banyaknya peserta yang tidak hadir. “Hampir seluruhnya tidak hadir karena memang tidak datang. Hanya satu yang dinyatakan tidak hadir karena keterlambatan,” tuturnya.

Terkait pelanggaran dari peserta, Hasyim mengaku sampai saat ini belum ada temuan yang berarti. Termasuk jimat yang beberapa kali menjadi temuan saat tes CPNS di berbagai daerah.

“Kita terus mengoptimalkan pemeriksaan peserta sebelum mengikuti tes. Dan seluruh barang tidak diperbolehkan masuk ke ruang ujian kecuali KTP dan kartu peserta,” tandasnya. (bm)

terkait

Kapolres Situbondo Gelar Silaturahmi Ulama dan Umaro

redaksi

Pemkot Surabaya Santuni Korban Kebakaran di Langkir Babat Jerawat

redaksi

Belum Setahun, Plengsengan Dinas Pengairan Kabupaten Malang Jebol

redaksi