Disinyalir Kalah, Oknum Peserta Pilkades di Lamongan Tutup Akses Jalan

oleh -85 Dilihat
oleh
Mbok Cowati saat berada di depan Mushola Nurul Hidayah

LAMONGAN, PETISI.CO – Tumpukan bata putih atau kumbung 3 lapis tersusun rapi, sejak Senin sore (16/9/19) menutup akses masuk 1 tempat ibadah mushola. “Juga  8 rumah warga Desa Wudi Kec. Sambeng Kab. Lamongan,” kata Mbok Cemani (58).

Menurut Mbok Cemani, hanya jeda sehari Minggu (15/9/19) setelah pilihan kepala desa wilayahnya, dampak hangat Pilkades sangat dirasakan.

“Terus terang, kami sangat menyayangkan ulah oknum warga itu, kenapa tidak komunikasi terlebih dahulu dengan kami, jangan serta merta menutup jalan yang sudah kami buat aktifitas sehari-hari selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Akses Jalan saat ini berupa selokan pembuangan limbah rumah tangga

Lebih lanjut Mbok Cemani menuturkan, di sini ada 1 mushola yang setiap hari untuk ibadah warga sekitar dan 8 rumah, di mana saat ini  warga kalau aktifitas terpaksa harus menggunakan akses celah dua rumah warga yang notabene adalah saluran pembuangan air limbah rumah tangga.

Saat petisi.co menghubungi Camat Sambeng Irsyad via telepon Kamis (19/9/19), bahwa pihak Muspika saat ini tengah bermusyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait, khususnya yang menutup dan yang terdampak.

Karena ini harus diurai lebih jauh ke belakang, apa akses jalan masuk ini milik orang tua bersangkutan lalu diwakafkan untuk kepentingan warga, atau hanya digunakan warga sebagai jalan yang kemudian sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh ahli waris.

Akses Jalan di tutup Batu Kumbung

Lebih rinci Irsyad melanjutkan, semoga saja dengan adanya rembug Desa Wudi Kec. Sambeng ini dicapai hasil kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain dengan kearifan lokal dicapai mufakat bersama demi tercapainya situasi wilayah yang aman, tentram dan kondusif.(ak)