Ditinggal Mantan Istri Kawin Lagi, Kakek Bubulan Bunuh Diri

oleh
Petugas melakukan identifikasi

BOJONEGORO, PETISI.CO – Peristiwa orang meninggal dengan cara bunuh diri kembali terjadi, kali ini seorang kakek bernama Lamin (60), warga Dusun Tlotok Desa Bubulan RT 20 RW 04 Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (24/01/2017) pagi, ditemukan gantung diri di sebatang pohon jati di dalam hutan jati KRPH Pradok Petak 171 turut Desa/Kecamatan Bubulan.

Kakek tersebut diduga korban putus asa, setelah bercerai dan ditinggal kawin lagi oleh istrinya. Sementara di rumah korban merasa kurang diperhatikan oleh anak-anaknya.

Kapolsek Bubulan AKP Supaji memberikan keterangan bahwa menurut saksi Suwarti (40), tetangga korban, pada Selasa pagi pukul 05.45 WIB, saksi hendak berangkat ke ladang milik Perhutani yang digarapnya.

Dalam perjalanan tersebut saksi mengetahui kakek Lamin (60) tergantung di pohon jati. Selanjutnya saksi kembali pulang ke rumah untuk memberitahukan kepada anak korban yang bernama Jianto (32) dan perangkat desa setempat yakni Wajib, Kepala Dusun Tlotok, dan Dasrip, Kaur Umum Desa Bubulan.

Selanjutnya saksi Suwarti bersama Jianto, anak korban dengan diikuti perangkat desa setempat, berangkat bersama-sama menuju ke tempat kejadian.

“Setelah memastikan kebenaran peristiwa tersebut, Kasun Wajib langsung kembali untuk melaporan peristiwa tersebut ke Polsek Bubulan,” terang AKP Supaji.

Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama anggota langsung mendatangi TKP dan diketahui korban masih dalam keadaan tergantung di pohon kayu jati dengan menggunakan sarung warna kotak-kotak coklat yang disambung dengan tali pengikat jaket warna coklat dengan tali simpul hidup.

“Petugas dengan dibantu warga setempat, segera mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah korban,” lanjut Kapolsek.

Sesampainya di rumah duka, oleh petugas medis dari Puskesmas Bubulan, Edy Nurcahyo dan Yunita, segera dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati leher bekas jerat tali sedalam satu centimeter dan tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan.

Lebih lanjut Kapolsek menambahkan, menurut keterangan keluarga korban yang didukung oleh kesaksian petugas medis dari Puskesmas Bubulan Edy Nurcahyo, sebelum peristiwa ini korban sering menderita sakit perut yang tidak kunjung sembuh dan berulang kali berobat ke Puskesmas Bubulan.

“Korban pernah mengeluh kepada salah seorang saksi, bahwa korban merasa putus asa setelah bercerai dan ditinggal kawin lagi oleh istrinya. Sementara di rumah korban merasa kurang diperhatikan oleh anak-anaknya,” terang Kapolsek Bubulan menirukan keterangan salah satu saksi.

Atas peristiwa ini keluarga korban menyadari bahwa ini merupakan musibah dan takdir dari Allah. Selanjutnya keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan surat pernyataan, tidak akan menuntut siapa pun dikemudian hari.

Selanjutnya dengan disaksikan perangkat desa setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Petugas Satpol PP serta warga sekitar, jenazah korban diserahkan ke keluarganya untuk proses pemakaman. (gal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.