Petisi
Terdakwa Tjiang Rendy Bester pada sidang putusan di PN Surabaya.
HUKUM

Divonis Dua Bulan, Terdakwa KDRT dan JPU Banding

SURABAYA, PETISI.COTerdakwa kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), Tjiang Rendy Bester, menyatakan banding setelah divonis dua bulan penjara oleh majelis hakim diketuai Slamet Suripta, dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (20/5/2020).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neldy dari Kejari Surabaya yang menuntut tiga bulan penjara, juga mengajukan banding.

Dalam amar putusannya, majelis menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar UU KDRT, terhadap Venny Gosalina, mantan istrinya.

Melanggar pasal 44 ayat 4 juncto pasal 44 ayat 1 UU 23/ 2004 tentang KDRT. “Menjatuhkan pidana penjara selama dua bulan,” kata hakim Slamet membacakan putusan.

Atas putusan yang lebih ringan tersebut satu bulan itu, terdakwa mengajukan banding. JPU Neldy pun tak ngalah, akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

“Pasti banding, habis lebaran. Soalnya terdakwa juga banding,” kata Neldy saat dikonfirmasi.

Tjiang Rendy Bester duduk di kursi pesakitan PN Surabaya atas tuduhan melakukan pemukulan terhadap Venny Gosalina. Pemukulan itu dilakukan Rendy pada 9 Pebruari 2019 sekitar pukul 21.00, bertepatan hari raya Imlek.

Pada sidang terungkap kalau Venny dipukuli Rendy karena tidak mau menyerahkan surat-surat tanahnya yang ada di Tulungagung dan di Jalan Kertajaya Indah Surabaya, dari mantan suami sebelumnya yang bernama Edi Susilo. (pri)

terkait

Polisi Periksa Bekas Ledakan LPG di SPBE Kediri

redaksi

Seorang Napi Lapas Situbondo dapat Remisi Hari Natal

redaksi

Kejari Kota Bersama PWI Mojokerto Gelar Workshop Jurnalistik

redaksi