DLHKP Kota Kediri Intensif Awasi Pencemaran Limbah Industri

oleh
Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur

KEDIRI, PETISI.CO – Untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran limbah industri di Kota Kediri, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri secara intesif melakukan pengawasan setiap pembuangan limbah pelaku industri di Kota Kediri.

Pengawasan dilakukan melalui sejumlah tahap. Dari tahap pemantauan hingga pengambilan sample air di tiap pembuangan hasil produksi. DLHKP juga melakukan kegiatan tersebut secara trutin sebanyak tiga kali dalam sebulan.
Sejumlah sample berupa air bersih milik warga dan air sungai yang berada di dekat lokasi industri juga menjadi titik pengambilan sample untuk dilakukan uji laboratorium. Hasil tersebut nantinya untuk mengetahui apakah air tersebut masih berada pada batas baku mutu yang ditentukan pemerintah.

Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur mengatakan, sejauh ini dalam melakukan pengawasan terkait limbah industri pihaknya secara berkala tiap bulan mengambil sample untuk dilakukan uji laboratorium.

“Satu bulan tiga kali kita lakukan cek. Dan karena di Kota Kediri memang sangat banyak industri kecil hingga besar, maka kita hanya bisa mengambil sample di tiap-tiap titik yang memang kita indikasi rawan terjadi pencemaran,” ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Didik menambahkan, tahun 2017 lalu dalam pengawasan tersebut DLHKP melakukan uji sample sedikitnya 80 titik industri. Memang jumlah tersebut tidak sepadan dengan banyaknya pertumbuhan pelaku industri di Kota Kediri. Pasalnya, minimnya anggaran menjadi penyebab utama dalam melakukan uji laboratorium di setiap pelaku industri.

“Memang tidak semua kita cek. Di sini karena keterbatasan biaya. Sebab biaya pengecekan limbah ini sangat mahal, oleh sebab itu para pelaku industri juga diminta secara pribadi melakukan laporan hasil limbahnya. Namun untuk mengantisipasi adanya pencemaran kita tetap mengambil sample pada titik yang memang rawan indikasi adanya pencemaran limbah industri. Dan jika terbukti langsung kita tegur, sementara jika membandel kita langsung berikan sanksi administrasi pada pelaku industrinya,” tegasnya. (bay)