PETISI.CO
Tampak gedung mewah DPRD Dharmasraya. Di sanalah wakil rakyat ini membahas anggaran daerah.
PARLEMEN

DPRD Dharmasraya Anggarkan Rp 23,2 Milyar Untuk Kegiatan Kedewanan

DHARMASRAYA, PETISI.COAnggota DPRD Dharmasraya bisa bernafas lega, pasalnya pada  Pendapatan Belanja Daerah- Perubahan ( APBD-P) wakil rakyat ini alokasikan dana senilai Rp 23,2 miliar hanya untuk kunjungan kerja, studi banding, sharing informasi dan kegiatan rutin lainnya. Dana sebesar Rp 23 miliar ini mungkin termasuk sangat besar karena dialokasikan ketika pandemi Covid- 19 merebak.

Selain itu, wakil rakyat ini juga mendapat alokasi dana untuk tunjangan dan gaji senilai lebih kurang Rp 12, 2 miliar. Ditambah lagi untuk gaji sekretariat Rp 1,6 miliar. Jika ditotal dana yang harus dihabiskan DPRD sampai akhir 2020 ini Rp 27 miliar.

“Pada dokumen APB-P tercatat sebanyak itu serta rinciannya,” ungkap Kepala Dinas Badan Keuangan Daerah ( BKD) Dharmasraya, Pariyanto melalui Kepala Bidang dinas setempat, Rasym Nofriadi, Rabu (16/9/2020).

Lanjut Rasym Nofriadi, pembahasan APBD-P ini sudah melalui proses panjang dan kajian yang jelimet. APBD-P ditetapkan senilai Rp1, 015 triliun.

“APBD-P sudah disahkan, Selasa (15/9). Selanjutkan dokomen APBD-P ini akan dikirim ke Gubernur Sumatera Barat untuk dilakukan evaluasi guna mendapatkan registrasi perda,” terangnya.

Lanjut Rasym Nofriadi, setelah diregistrasi, maka akan dilakukan penciaran sesuai rekapitulasi yang tertera di masing- masing Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di jajaran Pemkab Dharmasraya.

“Paling lambat pertengahan Oktober 2020 ini anggaran yang dimaksud sudah bisa dicairkan,” pungkasnya.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Syamsuir Djaka, selaku wakil rakyat yang mendapat amanah dari rakyat seharusnya kepentingan masyarakat diatas segalanya.

” Anggaran Rp23,2 miliar untuk kunjungan kerja, studi banding, sharing informasi dan kegiatan rutin lainnya termasuk besar. Alangkah baiknya dana itu dikurangi, kemudian dilalokasikan untuk program kerakyatan,” katanya.

Menurutnya, dengan mengurangi angka tersebut, anggaran pro rakyat yang digaung- gaungkan selama ini menjadi nyata. DPRD dipilih bukan untuk memuluskan kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan rakyat.

Ia berharap, DPRD selaku perpanjangan tangan rakyat, yang dipercaya mampu menjalankan harapan rakyat serta mengawasi jalanya roda pemerintahan lebih mendengarkan jeritan aspirasi warganya.

“Saat ini masyarakat tengah menjerit karena himpitan ekonomi, seharunya kondisi itu yang menjadi perhatian serius dari para wakil rakyat tersebut. Saya menilai DPRD belum pro rakyat,”  pungkasnya.

Sementara itu, Sekwa DPRD Dharmasraya, Nasution saat dikonfirmasi melalui telpon memberikan jawaban berbeda sehubungan alokasi dana untuk DPRD. Katanya, pada APBD Perubahan DPRD dapat anggaran senilai kurang lebih Rp1, 4 miliar.

” Iya Rp1,4 miliar untuk semuanya,” terang sekwan.

Saat disinggung belanja langsung dan belanja tidak langsung di sekretariat DPRD, Nasution mengaku kurang faham. Saat konfirmasi lebih dalam, sekwan terkesan mengelak sembari menutup telpon.

“Maaf saya ada tamu,” pungkasnya. (gus*)

terkait

Agus Jack: Bupati Harus Berpegang Teguh Pada Regulasi Aturan

redaksi

Ketua DPRD Bondowoso, Apresiasi Pembentukan Kampung Tangguh Covid-19  

redaksi

Komisi D DPRD Lamongan: Tidak Boleh Terpasung dengan Pencitraan Kalau Lamongan Itu Aman, Karena Ini Wabah

redaksi
Open

Close