Jember, petisi.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember memberikan peringatan terkait proyek rehabilitasi jembatan di Desa Bagon, Kecamatan Puger, yang dinilai rawan bermasalah jika tidak mengikuti spesifikasi teknis dan standar material yang ditetapkan.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, jembatan yang berada di RT 001/RW 001, Dusun Krajan itu direhabilitasi dengan ukuran panjang 15 meter, lebar 0,4 meter, dan tinggi 4 meter. Proyek bernilai Rp51 juta tersebut dikerjakan secara bertahap melalui dana desa.
Ketua Fraksi Golkar, Amanah sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRD Jember, Mochammad Holil Asyari, menegaskan proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan keselamatan publik, harus diawasi ketat. Ia meminta pelaksana memastikan seluruh material yang digunakan harus memenuhi standar konstruksi.
“Setiap pembangunan harus sesuai prosedur. Material wajib berkualitas, apalagi ini rehabilitasi jembatan. Kalau keluar dari spesifikasi, silakan dipantau. Masyarakat juga bisa mengawasi pekerjaan sampai selesai,” ujar Holil, Rabu (26/11/2025).
Dia juga menyoroti dugaan pengerjaan proyek tidak dilakukan langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa, sebagaimana tercantum dalam papan proyek. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan akuntabilitas.
“Di papan nama tertulis pelaksana adalah TPK desa, tetapi pengerjaan diduga dilakukan pihak lain. Itu sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.
Inspektur Kabupaten Jember, Ratno C Sembodo, menyampaikan pengawasan teknis berada di Tim Fasilitasi Kecamatan (TFK). Hasil monitoring serta evaluasi menjadi dasar pencairan anggaran tahap berikutnya.
“Silakan disampaikan dulu ke camat. Kalau camat sudah tidak mampu, baru meminta ke Inspektorat. Atau bisa masuk melalui pengaduan Wadul Guse,” jelas Ratno, melalui pesan WhatsApp.
Pantauan di lapangan menunjukkan dugaan penggunaan material kurang layak. Sejumlah warga mengaku khawatir kekuatan jembatan tidak memadai, mengingat sungai di bawahnya cukup dalam dan berpotensi memiliki debit air tinggi saat musim hujan. Kekhawatiran bertambah karena proyek dikerjakan bertahap. (zen)








