PETISI.CO
DPRD Kabupaten Kediri Gelar Diskusi Tematik dan Buka Puasa Bersama
PENDIDIKAN

DPRD Kabupaten Kediri Gelar Diskusi Tematik dan Buka Puasa Bersama Awak Media

KEDIRI, PETISI.CO – Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2019, DPRD Kabupaten Kediri menggelar Diskusi Tematik dan Buka Puasa Bersama dengan awak media se-Kediri Raya, baik cetak, elektronik dan online.

Diskusi tematik dengan mengusung tema ‘Bangkit Untuk Bersatu Memahami Sejarah Untuk Merajut Persatuan dan Kesatuan”.

Kegiatan bertempat di Ruang Graha Sabbha Canda Bhirawa DPRD Kabupaten Kediri Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kediri, Jum’at (31/5/2019) pukul 16.00 WIB.

Diskusi Tematik dengan menghadirikan dua  nara sumber Tauhid Wijaya Direktur Radar Kediri dan H. Samari Dosen UNP PGRI Kediri dan moderator Mega Wulandari Ketua PWI Kediri.

Baca Juga :  Jelang HPN 2021, PWI Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

Ketua DPRD Kabupaten Kediri H. Sulkani dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa untuk menjalin harmonis dan sinergis antara awak media guna untuk mencegah dan menangkal berita bohong.

Akhir-akhir ini rasa nasionalisme mulai memudar, lanjut Sulkani, mengingat pasaca pemilu 2019 yang membuat perbedaan pilihan. Sehingga,  bangsa ini harus bangkit dan  meningkatkan rasa nasionalisme untuk bersatu dan merajut kembali rasa persatuan bangsa.

“Peran penting awak media untuk membantu menangkal berita-berita bohong yang beredar, sehingga keberadaan awak media bisa memutus berita bohong tidak asal dishare. Peran serta media bisa membantu menciptakan situasi  masyarakat yang aman dan kondusif,” ungkap H. Sulkani.

Baca Juga :  Kapolda Gandeng PWI Perangi Berita Hoax di Wilayah Jatim

Nara sumber H. Samari dalam diskusi tematik kali ini menyampaikan,  Bung Karno berjiwa nasionalisme, awal kesatuan persatuan dari era sejarah yang terdahulu.

Tauhid Wijaya memaparkan, Indonesia merupakan bangsa pejuang, tidak ada perjalanan dan  petualangan yang berakhir.

“Tantangan tahun ini sangat berbeda, dikarenakan tahun ini semakin banyak bermunculan berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial,” bebernya.

Namun, masyarakat kita sudah dewasa dalam menghadapi berita yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Acara diskusi tematik ini ditutup oleh moderator Mega Wulandari yang sebelumnya diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Abdul Syukur.(pri)

terkait

Risma Kejutkan Para Pelajar SMP Saat Masa Belajar Di Rumah Lewat Teleconference

redaksi

Penghargaan Bagi Pelajar dan Pelaku Pendidikan Berprestasi di Bondowoso

redaksi

Pengelola Wisata Pantai Papuma Keluhkan Pelayanan PLN Jember Lambat

redaksi