Surabaya, petisi.co – Pansus RPJMD DPRD Surabaya membahas sejumlah program prioritas terkait perlindungan anak dan perempuan dalam rapat kerja.
Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati menekankan pentingnya penguatan program untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan kenakalan remaja.
Ajeng menyampaikan beberapa rencana program unggulan, di antaranya pembangunan shelter baru untuk anak perempuan yang berhadapan dengan hukum. Saat ini, Surabaya telah memiliki shelter untuk anak laki-laki yang berhadapan dengan hukum dan anak-anak korban kekerasan, namun belum memiliki fasilitas serupa untuk anak perempuan yang menjadi pelaku kejahatan.
“Kita belum ada untuk shelter anak perempuan yang berhadapan dengan hukum. Nanti untuk tahun 2026 ini harapnya sudah ada dan bisa beroperasi,” ujar Ajeng.
Selain itu, Ajeng juga menyebutkan program prioritas lainnya, yaitu memastikan program puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) ketahanan keluarga di setiap RW berjalan optimal, menyediakan layanan konsultasi dan call center untuk anak korban kekerasan di setiap sekolah, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui kerjasama dengan mitra dan LSM.
Legislator Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa program Jam Malam Anak sudah lama berjalan dan melibatkan kerjasama dengan Satpol PP, namun perlu ditingkatkan lagi sosialisasinya.
“Program Jam Malam Anak ini dilaksanakan dengan tujuan mengurangi kenakalan remaja dan kekerasan terhadap anak,” ujarnya
Terkait dampak negatif penggunaan gadget, Ajeng menekankan pentingnya sosialisasi dan pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan prestasi akademik.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan ekstrakurikuler e-sport di sekolah hanyalah sebagai kegiatan tambahan dan bukan kewajiban.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menambahkan bahwa pihaknya akan fokus pada inovasi dalam pelayanan perlindungan perempuan dan anak serta pemenuhan hak-hak anak.
“Rencana pemerintah kota melaksanakan pembangunan shelter untuk anak perempuan yang berhadapan dengan hukum,” ujar Ida Widayati.
DPRD Surabaya mendorong peningkatan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk pembangunan shelter baru dan perluasan program Jam Malam Anak, juga menekankan pentingnya pembatasan penggunaan gadget dan penguatan ketahanan keluarga. (joe)






