Dua Event Unggulan Surabaya Diakui di Tingkat Nasional

oleh
oleh
Dokumentasi Event Rujak Uleg di Kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua event unggulan, Festival Rujak Uleg dan Parade Bunga Surabaya Vaganza, resmi masuk dalam rangkaian 125 Karisma Event Nusantara (KEN) yang tercantum dalam kalender Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas event Surabaya telah memenuhi standar nasional.

“Pada tahun sebelumnya kami hanya mengajukan satu event karena adanya pembatasan. Tahun ini pembatasan sudah tidak ada, sehingga kami mengajukan dua event sekaligus, dan alhamdulillah keduanya lolos kurasi KEN,” ujar Herry, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, proses kurasi KEN tidak hanya menilai sisi kreatif dan inovasi konsep, tetapi juga manajemen penyelenggaraan acara. Aspek manajemen risiko, pengendalian massa, hingga kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan menjadi perhatian utama kurator.

“Penilaian juga mencakup kepedulian terhadap isu lingkungan serta dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Event harus mampu mendatangkan pengunjung, memiliki strategi pemasaran yang jelas, dan membangun kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam kalender KEN memberikan keuntungan strategis bagi promosi pariwisata Surabaya. Kedua event tersebut akan mendapatkan dukungan promosi nasional dari Kemenpar RI melalui berbagai kanal media, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi event nasional.

Dari sisi ekonomi kreatif, penyelenggaraan event terbukti mampu menggerakkan pelaku UMKM dan industri kreatif. Surabaya Vaganza, misalnya, mendorong perputaran ekonomi lintas daerah karena kebutuhan bunga harus dipasok dari wilayah lain seperti Batu dan Bandung.

“Artinya, satu event di Surabaya tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi ke daerah lain,” imbuh Herry.

Selain itu, penyelenggaraan event juga berdampak pada peningkatan okupansi hotel, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, serta perputaran ekonomi di sektor dekorasi, tata rias, kostum, pencahayaan, dan jasa kreatif lainnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan event. Fokus tidak hanya pada rutinitas tahunan, tetapi menjadikan event sebagai daya tarik wisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin setiap event benar-benar dirancang matang, dipromosikan secara kolaboratif, dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.

Terkait target kunjungan, Pemkot Surabaya berharap event-event tersebut mampu meningkatkan jumlah wisatawan, khususnya pada bulan Mei.

“Kami menargetkan kenaikan kunjungan wisatawan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Herry.

Peningkatan kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi UMKM, pengrajin lokal, serta pelaku industri kreatif.

“Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza bukan sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang nyata bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” pungkasnya. (dvd)