Dubes Jepang dan Pj Gubernur Adhy Bahas Pengembangan Kerja Sama Jatim-Jepang

oleh -366 Dilihat
oleh
Masaki Yasushi (tengah) dan Pj Gubernur, Adhy bincang santai usai pertemuan

Surabaya, petisi.co – Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono dan Duta Besar (Dubes) Jepang Untuk Indonesia, Masaki Yasushi mendiskusikan pengembangan kerjasama antara Jatim dan Jepang di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/9).

Dari diskusi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian baik bagi Jatim maupun Jepang. “Diskusi di bidang ekonomi kreatif, transportasi publik, maupun terkait sister city. Karena investasi Jepang di Jatim cukup besar,” kata Adhy kepada wartawan usai pertemuan.

Dijelaskan, investasi Jepang di Jatim mencapai USD4.874,1 juta. Sementara, neraca perdagangan Jatim-Jepang tahun 2024 mengalami surplus bagi Jatim sebesar USD573,6 juta.

Tercatat, nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai US$ 766,1 juta pada tahun 2024 yang menjadikannya negara tujuan ekspor tertinggi kedua Jatim pada periode Januari-Maret 2024. Sementara impor tahun 2024, Jepang berada di urutan kelima sebagai negara pengimpor ke Jatim dengan nilai impor sebesar USD192,6 juta.

“Makanya kita juga berdiskusi tentang kontribusi Jatim untuk World Export di Osaka tahun depan. Kita bicarakan juga rencana untuk bagaimana paviliun Indonesia di Osaka bisa kita manfaatkan sebagai pusat perdagangan,” paparnya.

Hal lain yang didiskusikan, mematangkan master plan untuk pembangunan transportasi publik dengan MRT yang memang harapannya nanti Jepang yang akan masuk.

“Kita juga membicarakan sister city antara Surabaya dengan Kota Kochi. Jadi Jepang-Jatim ini memang benar-benar sudah seperti saudara,” tambah Adhy.

Dubes Masaki mengapresiasi harmonisasi yang tercipta antara Jatim dan Jepang. Contohnya, kerja sama di bidang pendidikan yang berjalan dengan baik. Terlebih Jatim merupakan provinsi terbesar kedua dengan pembelajar bahasa Jepang.

“Dari angka statistik dari Japan Foundation tahun 2021, pembelajar bahasa Jepang di Indonesia ada 700.000 orang dan ini terbesar di dunia setelah Tiongkok. Sedangkan pembelajar bahasa Jepang di Jatim ada 90.000 dan terbesar kedua setelah Jawa Barat,” ungkapnya.

Dubes Masaki juga mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Terutama untuk masyarakat dan perusahaan Jepang. “Kami berharap sekali hubungan ini terus berjalan baik,” ucapnya.

Kunjungan Dubes Masaki di Jatim ini berlangsung selama dua hari. Rencananya, ia juga akan mengunjungi Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, serta memberikan kuliah tamu di Universitas Airlangga.

“Hubungan Jepang dan Jatim ini sudah terjalin erat bertahun-tahun. Tentu kami bertekad meningkatkan kerjasama agar masyarakat Jawa Timur bisa merasakan kualitas hidup dan lingkungan yang lebih baik dari hubungan ini,” tandasnya.

Turut hadir dalam audiensi ini Konselor Jepang Tanaka Motoyasu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi, serta beberapa kepala perangkat daerah Pemprov Jatim terkait. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.