SURABAYA, PETISI.CO – Pemkot Surabaya bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya tengah menggodok strategi jitu, untuk menjadikan lokasi Eks THR-TRS sebagai ‘Surga’ bagi Gen Z di Kota Pahlawan.
Ketua Kadin Surabaya, H. M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti, menyampaikan beberapa rencana untuk pengembangan THR-TRS sebagai pusat aktivitas kreatif dan komersial di kota Surabaya.
“THR-TRS ini akan menjadi blok di tengah kota yang memiliki potensi besar tempat konser atau event internasional. Kita sedang menimbang peluang yang relevan dengan Gen Z, seperti tempat konser, arena e-sport dan gaming, tempat kreativitas dan inovasi, serta arena kuliner hingga pasar kreatif,” ungkap Andi, saat dihubungi via telepon oleh reporter Petisi.co, Rabu (12/6/2024).
Dalam upaya realisasi, Andi menekankan pesan penting dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Beberapa hari lalu, Eri berpesan agar proyek ini nantinya tidak meninggalkan kearifan lokal.
“Pak Wali mengatakan untuk tidak meninggalkan gedung-gedung srimulat, sehingga generasi-generasi sebelumnya juga bisa ikut menikmati,” ujarnya.
Selain itu, THR-TRS juga diproyeksikan menjadi wahana pendidikan, olahraga, aktivitas outdoor, ruang seni dan budaya, serta eco park.
“Kami sedang membuat list, kira-kira peluang apa yang bisa kita laksanakan ke depannya,” kata Andi.
Terkait dengan waktu mulai pendaftaran untuk investasi, Andi menjelaskan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil sayembara desain THR-TRS yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya. Ia menyebut bahwa kegiatan partisipatif ini menjadi pertimbangan bagi investor untuk bisa dilaksanakan.
“Harapannya, masyarakat dapat menyampaikan ide dan kebutuhan mereka yang kemudian akan dijembatani oleh Kadin,” paparnya.
Menurutnya, Kadin Surabaya yang juga berfokus pada vocational study dan penggerak ekonomi khususnya bagi milenial dan Gen Z, melihat THR-TRS sebagai peluang besar. Dalam hal ini, dirinya mencontohkan seperti dihadirkannya coworking space, inkubator, dan maker-space, akan menjadi satu ekosistem yang menjadi bagian dari Eks THR-TRS juga.
“Jadi kami komitmen dengan Pemkot Surabaya, untuk mengutamakan Eks THR-TRS menjadi human centered, yang lebih mengarah pada pembangunan manusia,” tutur Andi.
Saat ditanya mengenai problematika yang kemungkinan muncul terkait dengan investor, Andi membeberkan cara untuk pencegahannya. Nantinya, pihak Kadin Surabaya bakal melakukan kurasi pada investor yang hendak masuk pada proyek tersebut.
“Kami bertugas untuk mem-filter investor yang relevan. Selain itu, Kadin Surabaya juga memastikan bahwa masyarakat dapat merasakan efek domino yang positif dari pembangunan THR-TRS,” jelas Andi.
Kendati demikian, dirinya juga berharap nantinya TRS ini akan menjadi tempat social media integration. Rencana ini sejalan dengan langkah Pemkot, untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia, khususnya kalangan Gen Z di Surabaya.
“Harapannya nanti eks THR-TRS supaya ada integrasi yang kuat dengan sosial media. Nanti akan dihadirkan juga spot foto instagrammable. Jadi dari sisi dunia maya, proyek ini menjadi pusat bagi influencer serta konten kreator dalam ber-kreasi,” pungkas Andi. (dvd)





